
Konser GLAY di Venice, Italia, pada 13 dan 14 Juni 2026 menjadi momen spesial karena mewujudkan mimpi 10 tahun sang vokalis, TERU. Dalam rangkaian tur ulang tahun ke-30 bertajuk HAPPY SWING, GLAY menggelar dua pertunjukan di sebuah teater berkapasitas sekitar 600 kursi—yang juga kerap digunakan untuk Festival Film Venice. Dengan dua pertunjukan per hari, panggung ini menjadi saksi bagaimana seorang rocker berusia 55 tahun tetap percaya pada kekuatan mimpi.
Di atas panggung, TERU, yang kini genap 55 tahun, berbagi perasaan jujurnya: “Aku sempat berpikir bagaimana rasanya berdiri di panggung Venice ini. Tapi aku senang bisa membuktikan bahwa mimpi bisa jadi kenyataan, bahkan di usia 55.” Ucapan itu langsung mencuri perhatian penonton—baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti dari layar. Bukan sekadar konser biasa, ini adalah perjalanan emosional yang sudah direncanakan sejak 2016, saat TERU pertama kali mengumumkan mimpinya dalam acara fan club GLAY di Makuhari Messe.
Konser GLAY Venice: Mimpi TERU yang Tertunda 10 Tahun
Setlist malam itu dirancang dengan cermat, memadukan lagu baru seperti “the other end of the globe”, single terbaru “Dead Or Alive”, serta klasik abadi seperti “Survival” dan “Kuchibiru”. Tak ketinggalan, satu lagu yang belum pernah dirilis—khas dari tur hall mereka—turut dimainkan. Suasana makin mengharu biru saat TAKURO, gitaris GLAY, menceritakan kisah seorang penggemar berusia 50-an yang menulis surat sepuluh tahun lalu: “Aku ingin bermimpi yang sama dengan TERU dan hidup dengan harapan mimpi itu terwujud.”

Tak hanya berhenti di Venice, TERU mengumumkan bahwa “cerita” akan berlanjut di Makuhari Messe pada 31 Juli dan 1 Agustus 2026—kali ini untuk merayakan ulang tahun ke-30 fan club GLAY. Baca selengkapnya di sini untuk detail tambahan.
![]()
Bagi penggemar di Indonesia yang ingin mengikuti perjalanan GLAY, jangan lewatkan berita Japanese Infotainment lainnya untuk update konser dan rilisan terbaru. Ikuti terus perkembangannya—ini baru permulaan dari babak baru GLAY.