Epic CEO Sentil Steam, Fee Tinggi Bikin Rugi

Epic Games CEO Tim Sweeney kritik kebijakan Steam - Tim Sweeney says this Steam policy from Valve is "unlawful"

Baru-baru ini, Tim Sweeney, CEO Epic Games, kembali melontarkan kritik pedas ke arah Valve dan platform Steam. Lewat unggahan di X pada 1 Juli, Sweeney mengklaim bahwa fee komisi tinggi yang diterapkan Steam menyebabkan platform tersebut kehilangan banyak game populer berjenis free-to-play (F2P) seperti Genshin Impact. Menurutnya, ini adalah kerugian besar bagi Steam sendiri.

Steam menerapkan potongan standar 30%, dengan pengurangan menjadi 25% untuk pendapatan di atas $10 juta dan 20% untuk di atas $50 juta. Sementara itu, Epic Games Store menawarkan model yang jauh lebih agresif: 0% komisi untuk pendapatan hingga $1 juta per tahun per game, dan hanya 12% setelahnya. Sweeney menyebut Riot Games, HoYoverse, dan Epic sendiri sebagai contoh pengembang yang memilih untuk tidak merilis game mereka di Steam karena fee tersebut, lebih memilih jalur distribusi mandiri atau toko sendiri.

Apa Kata Netizen? Zenless Zone Zero dan Wuthering Waves Justru Ada di Steam

Namun, kritik Sweeney ini langsung disambut dengan cibiran dari warganet. Banyak yang menunjukkan bahwa sejumlah game live-service serupa justru sudah hadir di Steam. Contohnya, Zenless Zone Zero dari HoYoverse, Wuthering Waves dari Kuro Games yang rilis pada 2025, dan game terbaru Perfect World Games, NTE: Neverness to Everness, yang akan meluncur pada 8 Juli mendatang. Fakta ini membuat argumen Sweeney tentang "kehilangan game F2P" terasa kurang kuat.

Tim Sweeney tampil di acara - Epic Games CEO Tim Sweeney has stirred the Steam pot again

Sweeney sendiri sebelumnya sempat mempromosikan inisiatif 'Team Open' di ajang 'State of Unreal 2026' pada 17 Juni, yang menyoroti bahaya platform tertutup seperti Roblox. Epic Games memang punya sejarah konflik panjang soal fee, termasuk penghapusan Fortnite dari Apple dan Google pada 2020 setelah menerapkan pembayaran langsung, yang berujung pada tuntutan hukum dan akhirnya kembali. Namun, gelombang PHK besar-besaran yang menimpa Epic (lebih dari 1.000 karyawan pada Maret lalu) akibat menurunnya engagement Fortnite membuat banyak pihak mempertanyakan keberlanjutan model bisnis Epic sendiri. Untuk informasi lengkapnya, baca selengkapnya di sumber asli.

Tim Sweeney bicara soal masa depan game - Tim Sweeney on the future of games

Jadi, menurut lo? Apakah Steam memang perlu menurunkan fee-nya, atau justru Epic yang harus introspeksi? Yuk, diskusi di kolom komentar dan jangan lupa cek berita Japanese Gaming lainnya biar gak ketinggalan update seru!

Share

Game latest news

MOST POPULAR

Information

About
Contact
Media Partner
Privacy Policy
Terms of Service

Connect with us

Facebook
Instagram
X
Tiktok

Email : info@popshck.com

Copyright © 2026 Pop Shck - All Right Reserved