format(webp))
Minyak mesin dan soy sauce? Ya, itulah gambaran paling gila sekaligus paling indah yang bisa saya bayangkan setelah membaca kabar ini. Novel sekuel resmi dari seri legendaris Mobile Police Patlabor akhirnya dirilis, dan judulnya bikin kita semua ngiler—“Sushi-ya no Goto” (寿司屋の後藤). Naskahnya langsung ditulis oleh sang arsitek cerita, Kazunori Ito, yang dulu memegang kendali skenario serial TV dan OVA.
Dalam novel ini, Kapten Goto yang dulu terkenal santai dan suka merokok di kantor kini sudah berusia 70-an dan memilih pensiun dengan membuka kedai sushi kecil di Atami. Bukan sekadar cerita alternatif, ini adalah kelanjutan kanon (?) yang ditulis dengan jenaka—sebuah perayaan bagi penggemar setia yang sudah puluhan tahun merindukan aksi absurd khas Patlabor.
Sekuel Manis dari Sang Legenda: Novel “Sushi-ya no Goto”
Karya ini sebenarnya pertama kali dimuat secara serial di situs fanclub berbayar “Tokushanika Bunshitsu” pada tahun 2021, dan baru sekarang dibukukan dalam format fisik dan digital. Harga edisi kertas 1.980 yen (inkl. pajak), sedangkan edisi digital 1.900 yen. Kabar terbaiknya? Toko pop-up khusus akan digelar di Shinjuku Marui Annex (lantai 2, ruang Calendarum) mulai 25 Juni hingga 5 Juli 2025, menjual novel ini plus barang-barang eksklusif Patlabor EZY.

Yang bikin novel ini makin spesial adalah kehadiran karakter-karakter lama: Asuma, Noa, Ota, Shinshi, Yamazaki, dan Kankagō (Kumagami) semua muncul. Bagi yang belum familiar, Mobile Police Patlabor adalah salah satu pionir mecha slice-of-life yang menggabungkan robot raksasa dengan komedi kantor polisi. Goto sebagai kapten yang sering terlihat malas tapi jenius adalah ikon tersendiri.
format(webp))
Kalau kamu penasaran dengan detail lengkap soal novel ini, baca selengkapnya di sini. Dan jangan lupa cek berita Japanese Manga lainnya untuk update rutin tentang rilisan dan tren manga terbaru.
Udah kebayang belum Goto yang dulu nyeruput kopi sambil ngatur anak buah, sekarang malah sibuk nge-grip nigiri di Atami? Kalau ada yang nawarin novel ini di konbini, langsung ambil—ini nostalgia yang nggak boleh terlewat!