Manga terbaru Kei Sanbe, "Snowdrop: I Wish for Your Death" (スノードロップ~あなたの死を望みます~), resmi merilis volume pertamanya pada 25 Juni 2026 melalui Square Enix. Serial yang dimuat di majalah Young Gangan ini langsung menarik perhatian karena menggabungkan elemen horor psikologis dengan konsep time loop yang khas — sesuatu yang sudah menjadi ciri khas Sanbe sejak Erased (僕だけがいない街) dan For the Kid I Saw in My Dreams.
Premis Snowdrop: Misteri Time Loop dan Bunga Kematian
Cerita mengikuti Riko, seorang siswi SMA yang terjebak mengulang hari 13 Februari setiap hari. Di malam hari, ia diangkut ke dunia lain lewat lantunan mantra: "Snowdrop, Snowdrop, I wish for your death." Di sana, Riko harus berhadapan dengan fenomena supernatural bersama rekannya, Uzume. Setiap kasus yang terpecahkan memberinya sekuntum bunga snowdrop — konon kunci untuk keluar dari siklus ini. Konsep ini disebut sebagai pendulum horror, istilah yang merujuk pada ketegangan yang terus berayun antara realitas dan dunia lain.

Bagi penggemar mystery thriller, Sanbe kembali menggunakan formula yang membuat Erased sukses: karakter yang terjebak dalam siklus waktu, tekanan emosional yang konstan, dan misteri yang terurai perlahan. Namun, di Snowdrop, nuansa horor lebih kental — bukan hanya soal mengubah masa lalu, tapi melawan entitas yang mengancam jiwa. Untuk informasi lebih lengkap, baca selengkapnya di sumber resmi.
Sebagai perayaan rilis volume pertama, sebuah komik spesial karya Ootomo Shuuma juga dirilis. Bonus pembelian tersedia di beberapa toko seperti Kinokuniya dan Maruzen, termasuk ilustrasi data untuk versi digital. Jika kamu ingin mengikuti berita Japanese Manga lainnya, Popshck menyediakan update rutin.

Bagi yang sudah jatuh cinta pada Erased, Snowdrop: I Wish for Your Death menawarkan perjalanan horor yang lebih gelap namun tetap memikat. Siapkah kamu menemani Riko memecahkan misteri bunga snowdrop?