Judul: Wao Akari Hadirkan Gyaru Reiwa Goyang Zaman Bakumatsu

Wao Akari Ciptakan "Bakugyaru": Reiwa Gyaru Himeka Agerin Bakumatsu Bersama Sakamoto Ryoma!

featured

Hai, para penggila manga! Kalau kamu fans berat karya Wao Akari dari Hime Gyaru♥Paradise, bersiaplah buat ketagihan lagi. Pada 16 April 2026, Akita Shoten merilis tankōbon volume 1 Bakugyaru Reiwa Gyaru ga Bakumatsu o Ageru ⤴⤴, serialisasi di Monthly Princess yang penuh kejutan. Ini bukan sekadar manga gal biasa, tapi "ageage bōkentan" – petualangan super energik campur Reiwa gyaru dan Bakumatsu boys!

Ceritanya dimulai dari Himeka, gadis SMA era Reiwa yang ngejar-ngejar gaya "Heisei classic gal". Suatu hari setelah sekolah, dia salah masuk layar bioskop dan poof! Terlempar ke periode Bakumatsu, langsung ketemu Sakamoto Ryoma, sang pahlawan sejarah yang ikonik. Bayangin deh, gyaru berambut pirang mencolok, makeup tebal, dan attitude ajaibnya bentrok sama samurai dan intrik politik akhir Edo. Wao Akari pintar banget nge-blend elemen time-slip dengan humor absurd, mirip vibe Thermae Romae tapi lebih nge-gas dengan sentuhan gal culture modern.

preview

Gaya seni Wao Akari tetep juara: garis dinamis, ekspresi over-the-top yang bikin panel-panelnya hidup. Himeka digambar super cute tapi fierce, sementara Ryoma punya aura karismatik ala mangaka sejarah seperti Hirohiko Araki di JoJo – tapi lebih ringan dan fun. Tema utamanya? Girl power ala gyaru yang "mengagerin" sejarah kelam Bakumatsu! Himeka nggak cuma bystander; dia ubah dinamika dengan energi positif, bikin pembaca mikir soal clash budaya zaman now vs. dulu. Cocok buat fans shōjo yang suka twist historical fantasy, ala Yona of the Dawn tapi dengan bumbu gyaru yang fresh.

Beberapa toko kasih bonus pembelian volume 1, jadi buruan cek! Serial di Monthly Princess ini potensial banget buat adaptasi anime, mengingat popularitas gyaru manga belakangan.

cover

Sudah pesan vol 1-nya? Langsung baca dan share di komentar, gimana Himeka goyangin Ryoma! Jangan lupa follow update Monthly Princess ya, otakuman! (378 kata)