Judul: Tatsuo Sato Berpulang, Legenda Nadesico Tinggalkan Warisan Abadi
Sutradara Anime Tatsuo Sato Meninggal karena Gagal Hati di Usia 61

Komunitas anime dunia berduka mendalam. Tatsuo Sato, sutradara jenius di balik karya ikonik seperti Martian Successor Nadesico, Nekojiru Sou, dan Bodacious Space Pirates, telah meninggal dunia pada 24 April 2026 akibat gagal hati. Usianya baru 61 tahun. Kabar pilu ini diumumkan secara resmi oleh NAGOMI Inc. melalui postingan X pada 7 Mei 2026. Sebelum wafatnya, Sato sedang menjalani perawatan medis intensif, dan pemakaman digelar secara pribadi hanya untuk kerabat dekat.

Lahir pada 7 Juli 1964 di Ōiso, Nakagun, Prefektur Kanagawa, Sato menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Waseda. Kariernya di dunia animasi dimulai setelah bergabung dengan klub animasi kampus, lalu masuk ke studio Asia-do sebagai inbetweener. Bakatnya meledak saat menjabat sebagai direktur episode di serial klasik seperti Chibi Maruko-chan, Nintama Rantarō, dan Akazukin Chacha. Namun, puncak prestasinya adalah saat memimpin Martian Successor Nadesiko yang penuh nuansa mecha-romcom cerdas, diikuti adaptasi unik Nekojiru Sou dari karya manga eksentrik, serta petualangan luar angkasa epik di Bodacious Space Pirates (dikenal juga sebagai Mōretsu Uchū Kaizoku).

Prestasi Sato tak main-main. Pada 1998, film Martian Successor Nadesico: The Prince of Darkness meraih Seiun Award kategori Media dan Animage Anime Grand Prix ke-21. Tak berhenti di situ, Nekojiru Sou tahun 2001 menyabet Excellent Award Animasi di Festival Media Arts Ke-5 dari Agency for Cultural Affairs. Kontribusinya membentuk era 90-an anime dengan sakuga dinamis, narasi mendalam, dan sentuhan humor absurd yang bikin nostalgia. Bagi penggemar Indonesia, Nadesico adalah gateway ke mecha ala Gainax-style, sementara Bodacious Space Pirates jadi favorit simulcast yang penuh aksi kapal bajak laut antargalaksi.
Warisannya hidup dalam setiap frame yang ia arahan—dari ledakan spektakuler hingga momen emosional yang ngena di hati. Sebagai penggemar garis keras, gue terpukul banget, bro. Rewatch yuk karya-karyanya untuk hormati sang maestro. Jangan lupa bagikan kenanganmu di kolom komentar! Selamanya dalam hati otaku Indonesia.