featured

Dalam wawancara spesial yang dirilis pada 23 April 2026, dua kreator papan atas Jepang, Kou Shibusawa—bapak seri Nobunaga's Ambition—dan Yasuhisa Hara, mangaka di balik Kingdom, berbagi pandangan mendalam soal daya tarik sejarah. Wawancara ini spesial karena merayakan ulang tahun ke-45 karier Shibusawa dan serialisasi Kingdom yang ke-20. Keduanya sepakat: pesona sejarah ada pada "ruang kosong" atau yohaku, di mana hasil akhir sudah diketahui sebagai "spoiler terbesar", tapi proses menuju sana penuh kemungkinan tak terbatas.

Shibusawa, yang lahir dan besar di Kota Ashikaga, Tochigi, dikelilingi situs bersejarah seperti Ashikaga School dan Kuil Banna-ji, memperkenalkan sistem nilai kemampuan karakter ke game simulasi sejarah lewat Kawanakajima no Kassen pada 1981. Di Nobunaga's Ambition awal tahun 1983, ia bahkan secara manual menentukan parameter jenderal, seperti Lu Bu dengan kekuatan bela diri 100 dan Guan Yu 98 atau 97. "Hasil sudah ditentukan, tapi prosesnya bisa berubah-ubah," katanya, menekankan bagaimana yohaku memberi ruang imajinasi.

image2

Sementara itu, Yasuhisa Hara, yang tumbuh dekat Kastil Ki'i di Koyama, Saga—kastil gunung bergaya Korea tertua di Jepang yang dibangun pasca-Pertempuran Baekgang—mengembangkan Kingdom dari satu baris saja dalam Shiji (Catatan Sejarawan Agung) Tiongkok. Pengaruhnya kuat dari game Koei seperti Romance of the Three Kingdoms II/III dan Dynasty Warriors, plus drama NHK Dokuganryu Masamune (1987). "Sejarah seperti spoiler maksimal, tapi marginnya memungkinkan cerita baru," ujar Hara.

image3

Kedua kreator ini menunjukkan bagaimana latar belakang pribadi mereka membentuk karya. Shibusawa dengan pengalaman di tengah peninggalan samurai, Hara dengan kastil kuno yang misterius. Wawancara ini mengungkap rahasia top kreator: mengisi yohaku sejarah dengan kreativitas, membuat genre ini abadi di game dan manga.

Ikuti terus diskusi seru seperti ini di portal kami—siapa tahu inspirasi berikutnya untuk karya Jepang favoritmu! (378 kata)