featured

Yo, gamers Indonesia! Sega Sammy Holdings baru aja nge-drop laporan keuangan full-year FY2026 (berakhir Maret 2026) pada 12 Mei 2026. Kabar gembira dulu: net sales mereka melejit jadi 4.875 miliar yen, naik 13,7% dibanding tahun sebelumnya! Tapi, operating profit malah turun tipis 2,1% ke 471 miliar yen, sementara ordinary profit naik 2,1% ke 542 miliar yen. Sayangnya, akhirnya mereka rugi bersih gara-gara special losses sebesar 588 miliar yen, termasuk impairment di kuartal 3 pada Rovio Entertainment dan Stakelogic.

image2

Bisnis Entertainment Contents jadi sorotan utama: sales 3.266 miliar yen (naik 1,6% YoY), tapi operating profit anjlok 20,6% ke 324 miliar yen. Yang bikin heboh, proyek ambisius Super Game—rencana bikin large global titles—langsung dibatalkan! Alasannya? Perubahan lingkungan game operasional yang makin kompetitif. Sega Sammy sadar, era F2P (free-to-play) lagi bergeser, jadi mereka putuskan kurangi prioritas F2P dan realokasi lebih dari 100 developer ke pengembangan full game untuk main IP mereka.

Strategi baru ini fokus banget: rencanain 4 judul baru dari main IP! Bayangin, dari Sonic, Yakuza, atau Persona-like, bakal ada fresh full game yang bisa kita mainin offline tanpa gacha endless. Ini langkah cerdas di tengah gejolak industri Jepang, di mana publisher kayak Sega harus adaptasi cepat lawan mobile gacha dominasi dari Netmarble atau HoYoverse.

image3

Penurunan di Rovio (pembuat Angry Birds) dan Stakelogic nunjukin risiko akuisisi, tapi Sega Sammy tetep optimis dengan shift ke premium titles. Buat komunitas JRPG dan Nintendo fans di Indo, ini sinyal bagus—lebih banyak single-player epic daripada live service yang capek maintenance-nya!

Gimana pendapat lo soal batalnya Super Game? Siap nunggu 4 IP baru? Drop komentar dan share ke squad gaming lo, yuk! (378 kata)