featured

Sony Group baru saja merilis hasil konsolidasi fiskal tahun 2025 pada 8 Mei lalu, dan angkanya bikin gamer PS5 geleng-geleng kepala! Penjualan PS5 di kuartal keempat (Q4) hanya 1,5 juta unit, turun drastis 1,3 juta unit dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang tahun penuh 2025, total 16 juta unit terjual – lagi-lagi minus 2,5 juta dari 2024. Meski hardware lesu, pendapatan keseluruhan Sony capai 4,6857 triliun yen, ditopang oleh layanan network dan software third-party yang makin ngegas.

image2

PlayStation Network (PSN) juga tetap kuat: Monthly Active Users (MAU) Maret 2025 tembus 125 juta akun, naik 1% YoY, dengan total playtime Q4 naik 1% juga. Tapi, badai sesungguhnya datang pasca kenaikan harga PS5 mulai 2 April. Hampir semua model naik 17.000-18.000 yen, termasuk PS5 Pro, kecuali edisi digital yang stabil. PS5 yang rilis November 2020 kini masuk fase akhir lifecycle, dan krisis memori akibat lonjakan permintaan AI bikin supply chain kocar-kacir.

Untuk fiskal 2026, Sony rencanakan penjualan hardware PS5 berdasarkan "jumlah memori yang bisa dit procurement dengan harga wajar". Prediksi revenue turun 6%, tapi profit stabil seperti 2025. Ini mirip kasus Meta Quest 3/3S yang naik harga gara-gara biaya memori, plus Nintendo Switch dan Switch 2 yang baru umumkan kenaikan. Di kultur gaming Jepang, di mana konsol seperti PS5 jadi tulang punggung JRPG epic seperti Final Fantasy atau Persona, isu ini bikin komunitas was-was – stok terbatas bisa bikin harga second-hand meledak di Yahoo Auctions atau Mercari!

image3

Dampak kenaikan harga memori makin kentara, gamer! Sony lagi adaptasi keras di tengah AI boom yang "curi" suplai dari konsol. Apakah PS5 bakal alami shortage seperti PS5 awal launch? Pantau terus, karena ini bisa ubah strategi gaming Asia, termasuk eSports dan gacha tie-in PS5.

Udah siap upgrade PS5 Pro meski mahal? Drop opini kamu di komentar dan tag temen gamer biar diskusi panas! (378 kata)