
Buat para developer indie, mimpi terbesar adalah game lo dilirik banyak orang. Tapi gimana kalau pelirik itu datang karena salah lihat judul? Inilah yang dialami Andy, pengembang solo game horror puzzle Peek. Game-nya yang rilis 27 Mei 2025 di Steam tiba-tiba panen wishlist—lebih dari 2000—padahal awalnya sepi. Penyebabnya? Game populer PEAK rilis 16 Juni, beda satu huruf doang!
Yang bikin miris, Peek justru diumumkan lebih dulu (Maret) dibanding PEAK (awal April). Nama mirip ini murni kebetulan. Andy sendiri jujur merasa bersalah karena wishlist itu bukan dari minat asli ke game-nya, tapi dia tetap nekat rilis dengan harapan algoritma Steam bakal kasih keuntungan.
Nah, disinilah plot twist-nya. Peek akhirnya terjual 92 kopi saat rilis. Tapi sekitar 60% dari pembeli ternyata minta refund! Alasannya klasik: mereka kira lagi beli PEAK.

Untungnya, Andy menganggap game developing ini sebagai hobi, bukan sumber nafkah utama. Jadi meskipun angka refund tinggi, keluarga tetap aman. Tapi kita bisa bayangkan betapa nyesek-nya saat lihat grafik penjualan langsung jeblok gara-gara salah pencet.
Fenomena ini sebenernya sudah terjadi sebelumnya—ingat Apex Legends vs Apex Construct? Sama persis: nama mirip, pengguna salah beli, lalu review bomb dan refund.

Buat lo yang penasaran, Peek sendiri adalah game horror atmosferik yang mengandalkan audio spasial dan teka-teki memori. Beda banget sama PEAK yang katanya game action populer. Sayangnya, kesalahan tipografi bisa bikin dev kecil kena getah.
Pesan buat para gamers: sebelum klik "Beli", cek dulu tulisannya! Karena di Steam, satu huruf bisa bedain antara dapet game keren atau nyesel setengah mati. Udah pernah kena kasus kayak gini? Share cerita lo di kolom komentar, yuk!