
Siapa sangka, di balik judul yang terdengar erotis, "Kurokawa no Techo" menyimpan pesan feminis yang kuat? Begitulah yang dirasakan oleh seorang penulis yang dijuluki Zettai ni Shūden o Nogasana Onna — "Perempuan yang Tak Pernah Ketinggalan Kereta Terakhir" — saat menonton ulang drama legendaris ini setelah 22 tahun. Tayang perdana tahun 2004 sebagai bagian dari perayaan 45 tahun TV Asahi, drama yang diadaptasi dari novel Seicho Matsumoto ini dibintangi Ryoko Yonekura sebagai Haraguchi Motoko.
Motoko adalah seorang teller bank cerdik yang diam-diam mengumpulkan bukti rekening palsu nasabah kaya. Dengan buku catatan hitam itu, ia menggelapkan uang dalam jumlah besar dan memulai hidup baru sebagai pemilik klub malam mewah di Ginza. Di sana, ia memanfaatkan para pria berpengaruh — bukan sebagai kekasih, melainkan sebagai pion dalam permainan catur kekuasaan.

Sang penulis mengaku bahwa semasa kecil ia menonton drama ini dengan harapan melihat adegan erotis. Namun setelah menonton ulang di era Reiwa, ia justru terkesima oleh kekuatan karakter utama. "Aku menyadari bahwa aku ingin menjadi seperti dia — bebas dan tak terkekang," tulisnya dalam kolom Heisei Drama Committee di Natalie. Baginya, daya tarik "Kurokawa no Techo" bukanlah sensualitas, melainkan sosok Motoko yang tidak mau menjadi milik siapa pun.
Deretan pemain kelas berat turut menghidupkan cerita: Yōko Yamamoto, Tōru Nakamura, Toshiro Yanagiba, Yumiko Shakagawa, dan masih banyak lagi. Drama ini kini bisa dinikmati kembali melalui platform TELASA, TV Asahi Video, dan Netflix. DVD BOX juga masih tersedia bagi kolektor.

Drama ini membuktikan bahwa karakter perempuan kuat selalu punya tempat di hati penonton, lintas generasi. Jangan sampai ketinggalan — tonton sekarang dan saksikan bagaimana seorang perempuan merebut kendali atas hidupnya sendiri.