
Gitaris legendaris Jepang, Tomoyasu Hotei, mengumumkan perpisahan emosional dengan studio pribadinya di London. Melalui unggahan Instagram pada 9 Juni 2026, pria berusia 64 tahun itu mengungkapkan bahwa ia telah pindah dari ‘Hotei Private Studio’ — tempat ia menyewa dan berkarya selama 14 tahun sejak pindah ke Inggris.
Studio ini bukan sekadar ruang rekaman biasa. Di sinilah Hotei menelurkan sederet album ikonik seperti Come rain Come shine, Strangers, Paradox, Soul to soul, serta rangkaian album Guitarhythm seri VI, VII, dan VIII. Bahkan, jejak sejarahnya sudah dimulai sejak 35 tahun lalu — tepatnya pada 1991 — ketika Hotei pertama kali menginjakkan kaki di studio yang sama untuk merekam Guitarhythm II.
"Langkah ini menjadi tonggak besar sebelum tur peringatan 45 tahun karier saya," tulis Hotei dalam unggahannya. Ia menyebut studio itu sebagai "tempat kerja yang sangat berharga" yang melahirkan banyak hit dan kenangan tak tergantikan.

Meski harus meninggalkan ruang kreatif yang telah menjadi "rumah" selama lebih dari satu dekade, respons para penggemar justru penuh semangat. Komentar seperti “The end is a new beginning” dan “Thank you for the great music” membanjiri kolom komentar — bukti betapa besar pengaruh Hotei di hati para pencinta musik rock, baik di Jepang maupun global.
Kepindahan ini juga menandai babak baru bagi sang gitaris, yang dikenal lewat penampilan flamboyan dan riff gitar yang membara. Dengan tur spesial di depan mata, para penggemar tentu menantikan kejutan apa lagi yang akan ia hadirkan.

Ikuti terus perjalanan Tomoyasu Hotei — karena ketika satu pintu studio ditutup, panggung besar siap menyambutnya.