
Band rock alternatif TENDOUJI kembali menunjukkan kedekatannya dengan komunitas lokal. Dalam kunjungan resmi ke kantor Wali Kota Matsudo, mereka melakukan courtesy visit alias hyōkei hōmon, sebelum turun langsung meramaikan Shin-Matsudo Matsuri — festival tahunan yang digelar di kawasan Shin-Matsudo, Chiba.
Dari Panggung ke Dapur: TENDOUJI Jual Yakisoba
Di festival tersebut, TENDOUJI tidak hanya tampil sebagai musisi. Mereka ikut membuka lapak yakisoba (mi goreng khas Jepang) bersama warga setempat, sebuah tradisi yang sering dilakukan grup musik di Jepang untuk mempererat ikatan dengan penggemar. Suasana santai namun meriah langsung terasa. Tak berhenti di situ, mereka juga menggelar acoustic live set yang membuat penonton terpukau — suara gitar akustik dan vokal khas TENDOUJI menyatu dengan gemuruh festival malam hari.
Momen ini mendapat liputan dari Natalie Music, portal berita musik Jepang terkemuka, yang mengabadikan seluruh rangkaian acara. Bagi penggemar di Indonesia, aksi sederhana seperti ini justru menunjukkan sisi humanis para personel TENDOUJI — yang tidak melulu soal panggung besar dan lampu sorot.
Kunjungan ke Wali Kota Matsudo juga menjadi simbol bahwa TENDOUJI bangga menjadi bagian dari komunitas Matsudo. Mereka tidak sekadar 'pulang' untuk konser, tapi benar-benar terlibat dalam denyut kehidupan sehari-hari warganya. Ini adalah strategi local-first yang jarang dilakukan artis besar, namun justru membuat hubungan dengan fans semakin autentik.
Bagi kalian yang ingin tahu lebih detail soal kunjungan ini, bisa baca selengkapnya di sini. Jangan lupa juga cek berita Japanese Infotainment lainnya untuk update seru dari dunia hiburan Jepang.

Yang menarik, festival ini juga menjadi ajang promosi pariwisata lokal. Dengan kehadiran TENDOUJI, Matsudo City mendapat sorotan lebih — dan para penggemar pun jadi penasaran untuk berkunjung langsung. Siapa tahu lain kali kita lihat mereka jual takoyaki di festival berikutnya? Ikuti terus perkembangannya — aksi sederhana ini bisa jadi tren baru bagi musisi Jepang.