
Kabar mengejutkan datang dari skena rock Jepang. Kobayashi Ryosuke, vokalis sekaligus gitaris band screamo/loud rock a crowd of rebellion, resmi mengumumkan hengkang dari grup yang sudah ia bela sejak 2007. Pengumuman itu dirilis pada 7 Juni 2026, hampir dua setengah tahun setelah band memutuskan hiatus tanpa batas waktu pada Februari 2024.
Dalam pernyataan yang dirilis, Kobayashi meminta maaf atas pengumuman mendadak ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya butuh menjauh dari a crowd of rebellion untuk "menghadapi kembali musikku di lingkungan baru". Keputusan ini, lanjutnya, bukanlah sesuatu yang ringan — tapi demi perjalanan artistik pribadi.
Bagi yang belum familiar, a crowd of rebellion lahir di Niigata pada musim semi 2007. Formasi terakhirnya adalah Kobayashi (vokal/gitar), Takanori Yusuke (bas), Kondo Gaku (drum), Miyata Daisaku (vokal), dan Maruyama Baku (gitar). Band ini sempat menembus panggung mainstream lewat single "The Crow" pada Maret 2015, lalu merilis album penuh ketiga bertajuk Ill pada Juli 2018. Gaya musik mereka yang agresif namun melodis sempat menjadi andalan di kalangan pecinta rock alternatif Jepang.
Meski sudah tidak lagi bersama, Kobayashi masih menyisakan pesan hangat untuk para penggemar. Ia berjanji: "Meskipun bentuknya berubah, aku akan sangat senang jika suatu saat bisa menepati janji 'Sampai jumpa lagi!' yang kusampaikan di panggung sebelum hiatus lewat live-ku sendiri." Kalimat ini langsung menjadi perbincangan hangat di linimasa penggemar — tanda bahwa Kobayashi belum sepenuhnya menutup pintu untuk kembali ke panggung, walau mungkin dalam wadah yang berbeda.

Hiatus panjang yang dimulai tahun lalu memang meninggalkan banyak tanya. Dengan kepergian sang vokalis andalan, masa depan a crowd of rebellion semakin samar. Namun, bagi Kobayashi, ini bukan akhir — melainkan awal babak baru.
Para penggemar di Indonesia yang mengikuti perjalanan band ini mungkin merasa kehilangan. Tapi, seperti kata Kobayashi, janji mata ne di panggung dulu mungkin suatu hari akan terbayar — hanya saja lewat panggung yang berbeda. Ikuti terus kabar terbaru dari skena rock Jepang — perjalanan ini belum selesai.