
Penyanyi-penulis lagu asal Jepang, Kimyou Reitaro, baru saja membuat kejutan di acara DayDay. dengan membawakan lagu legendaris Prancis, "Les Champs-Élysées". Dalam segment live in-studio yang ditayangkan pada hari ini, Kimyou Reitaro tampil memukau dengan interpretasi khasnya yang santai namun penuh penghayatan.
Lagu "Les Champs-Élysées" sendiri adalah salah satu masterpiece French pop yang melegenda, populer berkat versi asli dari Joe Dassin. Namun, sentuhan ala Kimyou Reitaro — dengan vokal yang sedikit serak dan gaya swing yang khas — berhasil memberi warna baru pada lagu itu. Penonton DayDay. langsung dibuat terhanyut, apalagi dengan aransemen sederhana yang difokuskan pada kehangatan suaranya.
Kimyou Reitaro: Dari Jazz ke French Pop
Kimyou Reitaro dikenal sebagai musisi yang kerap memadukan unsur jazz, folk, dan pop dalam karyanya. Penampilan kali ini bukan pertama kalinya ia menyentuh "Les Champs-Élysées". Sebelumnya, ia juga pernah merilis versi orkestra bersama Kimyou Reitaro Travel Swing Orchestra pada 2011, seperti yang terlihat di sampul album lawasnya.

Penampilan di DayDay. ini menjadi momen langka karena biasanya ia lebih banyak tampil di panggung independen atau festival. Acara pagi yang punya basis penonton luas itu jadi panggung sempurna untuk memperkenalkan sisi musikalitasnya yang lebih ringan dan mudah dinikmati. Para penggemar di media sosial pun langsung ramai membicarakan penampilan tersebut, memuji kemampuan Reitaro membawakan lagu asing dengan aksen Jepang yang natural.
Lagu "Les Champs-Élysées" juga baru-baru ini kembali populer berkat berbagai cover dan compilation di platform streaming. Di Spotify, lagu tersebut masih sering muncul dalam daftar putar French Café atau Chanson.
Bagi yang penasaran dengan penampilan lengkapnya, kamu bisa baca selengkapnya di sini. Jangan lupa juga untuk cek berita Japanese Infotainment lainnya di portal kami — ada banyak kejutan seru dari dunia hiburan Jepang yang sayang untuk dilewatkan.
Ikuti terus perkembangan Kimyou Reitaro — penampilan seperti ini mungkin baru awal dari kembalinya ia ke panggung mainstream.