
Film horor GOOD BOY bukan sekadar tontonan menegangkan biasa. Yang membuatnya unik: seluruh cerita disajikan dari sudut pandang seekor anjing. Ya, penonton diajak melihat dunia horor melalui mata si tokoh berkaki empat. Konsep ini langsung menarik perhatian publik, apalagi setelah behind-the-scenes-nya mengungkap teknik syuting yang tak kalah menarik—bahkan mengharukan.
Dilansir dari Natalie.mu, making-of film ini menyoroti pendekatan kreatif yang hangat dan inovatif. Untuk menangkap perspektif anjing secara autentik, tim produksi menggunakan set kamera khusus yang ditempatkan setinggi mata anjing. Alhasil, setiap adegan terasa benar-benar seperti dilihat dari ketinggian dan sudut pandang seekor good boy yang sedang menghadapi teror supernatural.
Metode Syuting yang Unik dan Penuh Kasih Sayang
Yang membuat teknik ini istimewa bukan hanya kecanggihan alat, melainkan juga sikap para kru terhadap bintang utama mereka—Indy, anjing milik sutradara Ben Leonberg. Dalam proses syuting, Indy tidak pernah dipaksa atau dikejar-kejar. Sebaliknya, tim menggunakan treats, mainan, dan banyak cinta untuk mengarahkan gerakannya. Suasana di lokasi syuting justru dipenuhi tawa dan kehangatan, kontras total dengan nuansa horor yang dihasilkan di layar. Pendekatan "manusiawi" terhadap hewan ini menjadi sorotan hangat di kalangan penggemar film independen.

Hasilnya? Sebuah film horor yang terasa segar, intim, dan emosional. Penonton tidak hanya takut, tetapi juga ikut merasakan ikatan antara si anjing dan lingkungan sekitarnya. Ini membuktikan bahwa inovasi teknis bisa berpadu dengan kehangatan—bahkan di genre yang paling mencekam sekalipun.
Buat kamu yang penasaran dengan tren film horor eksperimental ala Jepang dan indie global, jangan lewatkan berita Japanese Infotainment lainnya hanya di portal kami.

GOOD BOY membuktikan bahwa horor tak melulu soal jumpscare—kadang, yang paling menakutkan justru lahir dari ikatan paling tulus. Siap nonton dari mata anjing?