
Para pencinta manga sejarah dan fantasi, bersiaplah untuk petualangan baru yang unik! Manga terbaru berjudul "Neko Oni to Baiyu: Wataru Ransei wa Onigakari" (猫鬼と白玉~渡る乱世は鬼がかり~) mengajak kita ke akhir abad ke-9, saat Dinasti Tang runtuh dalam kekacauan. Karya dari mangaka Kame (yang sebelumnya dikenal lewat Battuta-sensei no Gourmet Annight) ini langsung menyita perhatian dengan premis segar: seorang gadis malang bernama Baiyu (白玉) yang hobi mengadakan “sidang otak” imajiner sebagai pelarian dari kenyataan pahit, tiba-tiba dirasuki oleh hantu kucing misterius yang muncul dari sebuah guci.
Sinopsis dan Keunikan 'Neko Oni to Baiyu'
Cerita dimulai ketika Baiyu diserang oleh bandit di tengah pelariannya. Dari dalam kendi yang ia bawa, muncul sesosok “oni” (鬼) berwujud kucing yang langsung merasuki tubuhnya. Alih-alih menjadi monster mengerikan, hantu kucing ini justru memberi Baiyu kekuatan bertahan hidup yang aneh—dan mungkin juga teman yang selama ini tak pernah ia miliki. Genre “survival romance” di sini bukan sekadar label; Kame benar-benar meramu drama kelangsungan hidup dengan dinamika hubungan antara manusia dan roh, dihiasi latar sejarah Tiongkok yang jarang dijamah manga arus utama.
Serial ini dimuat dalam majalah Monthly Mystery Bonita (terbitan Akita Shoten) yang terkenal dengan karya-karya penuh misteri dan nuansa gelap. Volume 1 tankōbon-nya telah dirilis pada 16 Juni 2026, dan para kolektor bisa mendapatkan bonus eksklusif di toko-toko tertentu seperti Melonbooks, Shosen, dan Kikuya. Bagi kamu yang penasaran dengan detail lebih lengkap, baca selengkapnya di sumber asli atau jelajahi berita Japanese Manga lainnya di portal kami.
Dengan sentuhan khas Kame yang memadukan humor absurd dan ketegangan, manga ini menjanjikan pengalaman berbeda. Apalagi konsep “hantu kucing” yang mengingatkan pada bakeneko atau nekomata dalam folklore Jepang, namun dibalut latar Tang yang eksotis. Apakah Baiyu bisa bertahan hidup dan menemukan tempatnya di dunia yang kacau? Atau justru hantu kucing itu yang akan mengubah takdirnya?
Sudah baca volume pertamanya? Atau tertarik dengan kolaborasi unik antara sejarah Tiongkok dan mitologi Jepang? Yuk, diskusi di kolom komentar!