
Tomozo Yamano, seorang e-sports caster yang sering mengisi berbagai turnamen game kompetitif, ternyata menyimpan kisah menarik di balik kariernya. Sebelum menjadi wajah di layar kaca, ia menghabiskan enam tahun (2012–2017) bekerja di The Pokémon Company. Di sana, ia belajar seluk-beluk bisnis Pokémon—dari promosi website Black & White hingga memproduksi acara Pokémon Smash!—dan tanpa sadar jatuh cinta pada salah satu mode pertarungan paling ikonik: Double Battle.
Perjalanan Tomozo Yamano dari Karyawan Pokémon ke Caster E-Sports
Awal mula masuk ke The Pokémon Company dipicu oleh proyek website untuk Pokémon Black & White. Tiga tahun pertama ia berkutat di divisi promosi, menangani website dan acara TV, lalu tiga tahun berikutnya beralih ke divisi bisnis Pokémon Card Game. Uniknya, ia juga tercatat sebagai produser Pokémon Smash! hingga 2013. Namun, momen paling berkesan adalah ketika ia terlibat promosi turnamen dunia Pokémon. Dari situlah ia mendalami Double Battle yang kemudian menjadi standar “Pokémon battle” versinya.
Kecintaan itu makin menggebu setelah rilis Pokémon Champions pada April 2025. Game ini memungkinkan siapa saja menikmati Double Battle dengan mudah—tanpa perlu merangkai tim dari game utama. Partner setianya? Garchomp betina yang disebutnya memiliki kecepatan terbaik di antara Dragon-type.

Sebagai caster yang juga mengawal game kompetitif seperti Rainbow Six Siege dan Gran Turismo, Yamano menekankan bahwa era “bakat mentah” sudah lewat. Kini, mental support menjadi kunci performa pro gamer. Pandangan ini relevan dengan ekosistem e-sports yang terus berkembang, termasuk di Indonesia.

Buat kamu yang penasaran dengan perjalanan Yamano lebih detail, bisa baca artikel orisinalnya di sini. Jangan lupa juga cek berita Japanese Gaming lainnya di Popshck buat update seru seputar game Jepang.
Udah siap jadi master Double Battle ala Yamano? Coba main Pokémon Champions dan share pengalaman kamu di kolom komentar!