
Pernah main Sudden Attack di warnet zaman 2007-an? Nexon mendengar doa kalian. Studio ini akan meluncurkan Sudden Attack: Zero Point dalam bentuk early access di Steam pada 30 Juli mendatang. Bukan sekadar remaster, game ini adalah penghormatan total pada era FPS yang keras, tanpa skill hero, tanpa wallhack, dan tanpa basa-basi. Kami sudah mencicipi preview-nya, dan rasanya… wow, zaratsuu banget.
Ubah Senjata Jadi Skill Utama

Yang pertama terasa saat main adalah ketiadaan modern convenience. Di Sudden Attack: Zero Point, yang ada hanya senjata utama, sekunder, melee, granat, dan C4. Tidak ada ability hero, tidak ada ult, tidak ada killstreak bombastis. Setiap tembakan harus dihitung. Mau nembak sambil lari? Peluru akan scatter liar. Berhenti, kendalikan recoil, baru bisa dapat headshot.
Mode Team Deathmatch (target 80 kill) dan Bomb Defusal yang diuji coba di map ‘Warehouse’ terasa amat raw. Suara langkah kaki, letusan senapan, dentuman granat — bahkan suara shell casing jatuh terdengar jelas tanpa musik latar. Sistem multi-kill voice lines seperti “Double Kill” atau “Fantastic Kill” sengaja dibuat keras dan langsung, menantang generasi sekarang yang terbiasa dengan audio design yang sangat halus.
Grafis Baru, Jiwa Lama

Secara visual, map-map klasik mendapat lighting dan tekstur modern. Tapi jangan harap lihat pemandangan fotorealistik. Lingkungan sengaja dibuat minim — hanya dinding, sudut, dan cover yang dirancang murni untuk pertempuran. Ini FPS jadul yang jujur, tidak pura-pura jadi narrative experience.
Buat kamu yang kangen dengan masa di mana skill aim dan posisi adalah segalanya, Sudden Attack: Zero Point layak masuk wishlist. Informasi lebih lengkap bisa baca artikel aslinya di Automaton. Jangan lupa cek juga berita Japanese Gaming lainnya di Popshck biar nggak ketinggalan update seru.
Sudah siap merasakan zaratsuu-nya FPS lawas? Catat tanggal 30 Juli di kalender, dan jangan lupa ajak squad lama kamu buat reuni online!