
Sony Interactive Entertainment resmi mengumumkan akan menghentikan produksi disk fisik untuk game PlayStation baru mulai Januari 2028. Keputusan ini langsung memicu gelombang reaksi dari gamer dan analis, terutama soal masa depan pasar game bekas yang nilainya sangat besar.
Pasar Game Bekas Bernilai ¥1 Triliun Terancam Punah
Berdasarkan laporan Dataintelo, pasar game bekas global (termasuk konsol dan aksesori) mencapai $72 miliar (sekitar ¥1,18 triliun) pada 2025, dan diproyeksikan tembus $138 miliar (¥2,26 triliun) pada 2034. Namun, analis Morningstar Kazunori Ito memperingatkan bahwa pasar ini bisa menyusut dan akhirnya lenyap setelah produksi disk fisik untuk judul baru dihentikan.
Di sisi lain, Ubisoft justru optimistis. Dalam earnings call 24 Juli lalu, mereka menyatakan transisi ke digital tidak akan menyebabkan gangguan besar, mengacu pada pertumbuhan pasar PC digital dan potensi penurunan harga hardware. Namun, data Sony sendiri menunjukkan bahwa 78% penjualan game PS5/PS4 di fiskal 2025 sudah digital, dan pada kuartal keempat penjualan disk fisik hanya 15%.

Masalahnya, game digital tidak selalu lebih murah. Analisis Eurogamer terhadap 16 game selama empat tahun menemukan bahwa harga disk fisik di ritel sering lebih rendah dibanding PS Store, yang hanya turun saat diskon lalu kembali ke harga penuh. Lebih buruk lagi, game digital bisa hilang selamanya karena lisensi kedaluwarsa—contohnya Forza Horizon 4 dan Marvel’s Avengers—sementara disk fisik tetap bisa dimainkan.

CEO GameStop sendiri mengaku siap beradaptasi, misalnya dengan fokus ke barang kolektor. Tapi bagi kolektor sejati, kehilangan disk fisik berarti kehilangan bagian dari sejarah gaming. Kalau kamu masih setia dengan koleksi fisik, segera buruan sebelum 2028 tiba!
Udah siap-siap? Atau kamu tim all-digital? Tulis pendapatmu di kolom komentar! Jangan lupa cek berita Japanese Gaming lainnya di portal kami, dan baca selengkapnya artikel asli di sini.