
Pernah nggak sih kamu bikin fitur kecil di game, lalu malah ketagihan ngutak-atiknya sendiri? Itulah yang dialami Marblekid Studio, developer di balik game roguelite Mom, I'll Be Home Late. Mereka baru-baru ini bikin heboh di Reddit setelah curhat di subreddit r/godot kalau mereka sendiri jadi terdistraksi oleh sistem rumput buatan mereka—tepatnya mekanisme grass flattening yang bikin rumput di game jadi pipih kalau diinjak.
Awalnya, sistem rumput di game ini cuma statis. Tapi tim pengembang nggak puas, lalu mereka menambahkan interaksi di mana rumput akan terdesak ke samping saat karakter berjalan, dan tetap rata meninggalkan jejak yang kelihatan. Hasilnya? Sebuah mekanisme grass-parting yang bikin pemain—termasuk developernya—merasa benar-benar "hadir" di dunia game. Sistem ini menggunakan tekstur interaksi 128×128 dengan empat channel: kekuatan perataan, arah, persistensi, dan jejak kaki di tanah.
Detail Teknis Sistem Grass Flattening di Mom, I'll Be Home Late
Yang bikin makin keren, performa game tetap optimal karena hanya memuat data di sekitar pemain dan langsung membuangnya saat karakter mati atau meninggalkan area. Karena game ini top-down, efek perataan rumput yang berlebihan justru berhasil memberikan sensasi sentuhan dan kehadiran—sesuatu yang jarang diperhatikan di genre sejenis. Postingan Reddit mereka langsung banjir upvote, bahkan ada yang membandingkan perhatian detail ini dengan fokus Valve terhadap feel pertarungan zombie di Left 4 Dead. Kalau kamu penasaran, baca selengkapnya di sini.

Game Mom, I'll Be Home Late sendiri bercerita tentang karakter anak kecil dengan kepala berbentuk kelereng yang keluar rumah untuk mengumpulkan barang. Semakin lama ia di luar, risiko semakin besar—tapi hadiahnya juga makin menggiurkan. Konsep ini mirip dengan risk-reward ala roguelite yang bikin gameplay adiktif, ditambah dengan detail kecil seperti rumput yang teringat jejak langkahmu.

Yang menarik, developer justru mengakui kalau mereka terlalu asyik bereksperimen dengan rumput sampai lupa waktu ngoding fitur utama. Ini membuktikan kalau kadang detail terkecil bisa jadi game-changer—baik untuk pemain maupun kreatornya. Buat kamu yang penasaran dengan tren seru lainnya, jangan lupa cek berita Japanese Gaming lainnya di portal kita.
Udah kebayang gimana asyiknya main sambil ninggalin jejak di rerumputan? Drop pendapatmu di kolom komentar, dan ajak teman-temanmu buat ngubek game ini bareng!