
Shibuya Scramble Stories, game petualangan ambisius garapan desainer legendaris Jiro Ishii, kembali mencoba peruntungan lewat gelombang kedua crowdfunding yang dimulai 1 Juli 2026 melalui platform CAMPFIRE. Pengumuman ini disampaikan langsung dalam acara presentasi di venue 404 Not Found Shibuya, Tokyo, pada 28 Juni lalu. Namun, perjalanan game ini tidak mulus—kisah di balik penggalangan dana pertama justru jadi bahan perbincangan panas di kalangan gamer.
Krisis Dana Akibat Platform Ubgoe
Crowdfunding pertama Shibuya Scramble Stories pada 2025 sukses mengumpulkan 54.754.878 yen dari 3.522 pendukung. Tapi masalah besar muncul: platform Ubgoe dilaporkan hanya mentransfer sekitar setengah dari dana tersebut ke pengembang. Sisanya? Hilang entah ke mana. Pihak Ubgoe mengaku “secara tidak sengaja mengirim uang ke tempat lain”—sebuah drama yang bikin para backer geram.
Akibatnya, setelah tiga bulan, kondisi belum membaik. Dari dana yang diterima, setelah dipotong biaya operasional, hanya sekitar 10% yang benar-benar bisa digunakan untuk pengembangan. Parahnya lagi, halaman proyek di Ubgoe tiba-tiba tidak bisa diakses, membuat aturan, reward, dan pesan untuk pendukung tak bisa diverifikasi. Kekacauan ini jelas memukul moral tim dan kepercayaan komunitas.

Meski dana terbatas, tim Ishii tetap melanjutkan pengembangan dari prototipe ke versi penuh—bahkan trademark Shibuya Scramble Stories sudah resmi terdaftar. Tapi tanpa suntikan dana segar, nasib game ini masih abu-abu.

Kali ini, Ishii memilih CAMPFIRE sebagai mitra crowdfunding yang lebih terpercaya. Semoga drama tahun lalu tidak terulang. Kalau kamu penasaran dengan detail teknis pengumuman ini, baca selengkapnya di sini. Jangan lupa cek juga berita Japanese Gaming lainnya di portal kita.
Apakah kamu salah satu backer yang ikut galang dana pertama? Atau siap support lagi? Share cerita kamu di kolom komentar, gamer sejati pasti peduli!