Risiko Hikikomori Terbukti Kurangi Interaksi Sosial Gamer Online

PLOS One - Risiko Hikikomori dan Preferensi Sosial Gamer Jepang

Sebuah penelitian terbaru dari Nara Institute of Science and Technology yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE pada Juli 2025 mengungkap fakta mengejutkan: gamer dengan risiko hikikomori tinggi justru cenderung menghindari interaksi sosial, bahkan saat bermain online game. Studi berjudul 'Social marginalization risk and its negative association with socialising preferences in Japanese gamers' ini menganalisis data dari 587 gamer Jepang dengan rata-rata usia 39 tahun dan rasio gender hampir seimbang. Hasilnya? Semakin tinggi risiko NEET-Hikikomori, semakin rendah minat mereka terhadap aktivitas membantu sesama pemain (tipe Philanthropist) dan bersosialisasi (tipe Socialiser) dalam game.

Yang Membuat Studi Ini Berbeda

Berbeda dengan kecemasan sosial biasa yang justru bisa mereda di lingkungan anonim online, individu dengan risiko hikikomori tetap enggan berinteraksi — bahkan di dunia virtual sekalipun. Temuan ini tetap signifikan setelah dikontrol dari faktor usia, jenis kelamin, dan extraversion. Mengutip data pemerintah Jepang 2023, lebih dari 1 juta orang diperkirakan mengalami hikikomori (kondisi mengurung diri di rumah selama 6+ bulan), tanpa kesenjangan gender yang signifikan. Pandemi COVID-19 juga disebut memperparah isolasi sosial global, yang berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental. Baca publikasi lengkapnya di sini.

PLOS One - Data Statistik Preferensi Sosial Gamer

Analisis menggunakan skala HEXAD dan GTS menunjukkan pola yang konsisten: socialising preference turun drastis seiring naiknya risiko hikikomori. Ini bukan sekadar "malu di dunia nyata lalu jago di game". Mereka benar-benar tidak ingin berinteraksi — baik di kehidupan nyata maupun di online game. Untuk kamu yang penasaran dengan tren terkini di industri gaming, jangan lewatkan berita Japanese Gaming lainnya di Popshck.

PLOS One - Tabel Analisis Regresi Hikikomori

Jadi, apakah ini berarti multiplayer game bukan solusi untuk mengatasi hikikomori? Tampaknya iya. Penelitian ini membuka mata kita bahwa meskipun game bisa menjadi pelarian, bagi sebagian orang, human connection tetap terasa menguras energi — bahkan lewat avatar sekalipun. Gimana menurutmu? Pernah ngerasa males ngobrol sama orang lain di game padahal lu sendirian di rumah? Share pendapatmu di kolom komentar, ya!

Game latest news

MOST POPULAR

Information

About
Contact
Media Partner
Privacy Policy
Terms of Service

Connect with us

Facebook
Instagram
X
Tiktok

Email : info@popshck.com

Copyright © 2026 Pop Shck - All Right Reserved