Nexon dan AI: Batasan Riset Pengguna Game

NDC26 session slide - Insight Finder - Nexon user research AI platform

Di ajang Nexon Developers Conference 26 (NDC26), Lee Se-hwan dari tim Game UX Analysis Nexon Korea memaparkan sesi bertajuk "What to Delegate to AI and What Not to". Sesi ini fokus pada pengembangan platform analisis riset pengguna bernama Insight Finder, yang dirancang untuk mendefinisikan ulang cara kerja riset pemain di era kecerdasan buatan.

Insight Finder: Platform Analisis Riset Pemain Bertenaga AI

Lee Se-hwan menjelaskan bahwa pendekatan aplikasi AI di Nexon diringkas dalam tiga pilar: standardisasi, asetisasi, dan hak akses (siapa pun bisa mengajukan ulang pertanyaan ke data). Tim UX Nexon melakukan riset pengguna secara berkelanjutan—dari tahap pengembangan awal hingga live service—untuk semua game yang mereka rilis. Namun, game pada dasarnya adalah pengalaman non-linear; log perilaku saja tidak bisa mengungkap alasan mengapa pemain berhenti bermain, misalnya karena motion sickness atau rasa tidak nyaman. Hanya riset pengguna yang bisa menggali motivasi tersebut.

Insight Finder AI analysis interface - Nexon user research platform

Sesi ini dibagi menjadi empat bagian: "Realitas Riset Pengguna", "Apa yang Harus Didelegasikan ke AI dan Apa yang Tidak", "Alur Analisis dengan AI", serta "Operasi Nyata dan Perubahannya". Insight Finder dibuat justru untuk menjawab tantangan besar: bagaimana membedakan data yang bisa dipercaya dari AI dan data yang tetap membutuhkan sentuhan manusia.

Menurut Lee, AI sangat cocok untuk menstandarisasi proses riset—seperti kategorisasi data, pencarian pola umum, dan akses cepat ke insight. Namun, AI tidak bisa menggantikan empati dan pemahaman kontekstual seorang peneliti saat mewawancarai pemain atau membaca keluhan yang tersirat.

NDC26 event - global speakers lineup

Pelajaran berharga dari sesi ini adalah bahwa AI adalah alat, bukan pengganti. Nexon membuktikan bahwa dengan batasan yang jelas—misalnya, AI membantu mengolah data besar, tetapi keputusan final tetap di tangan manusia—riset pengguna bisa menjadi lebih efisien tanpa kehilangan kedalaman.

Buat kamu yang tertarik dengan perkembangan riset game dan teknologi AI, baca selengkapnya di sini. Jangan lupa cek juga berita Japanese Gaming lainnya untuk update seru seputar industri game Asia.

Gimana pendapat lo tentang batasan AI dalam riset game? Udah siap lihat masa depan pengembangan game yang makin cerdas? Drop komentar di bawah, ya!

Share

Game latest news

MOST POPULAR

Information

About
Contact
Media Partner
Privacy Policy
Terms of Service

Connect with us

Facebook
Instagram
X
Tiktok

Email : info@popshck.com

Copyright © 2026 Pop Shck - All Right Reserved