
Metroid Prime 4: Beyond akhirnya rilis pada 12 Desember 2025 untuk Nintendo Switch dan Switch 2, setelah delapan tahun penantian sejak pengumuman pertamanya. Namun, hasil akhirnya justru mengecewakan banyak penggemar setia. Skor Metacritic yang awalnya 81 kini merosot ke 78 dalam enam bulan—jauh dari rata-rata 90+ seri Prime sebelumnya. Apa yang sebenarnya terjadi?
Masalah Desain Kuno yang Bikin Frustrasi
Salah satu keluhan terbesar adalah sistem save yang hanya di titik tertentu, tanpa autosave yang memadai. Ditambah absennya fast travel atau warp point, eksplorasi jadi terasa seperti kerja paksa. Meskipun ada area open-world gurun Sol Valley dengan kendaraan Vi-O-La yang keren, pemandangan dan side quest-nya kosong melompong. Bukan pengalaman “Metroid” yang kita kenal.
Mekanik Collect-a-Thon yang Membosankan
Fakta paling menyakitkan: di akhir game, pemain dipaksa mengumpulkan Green Crystal dalam jumlah besar—tapi sebagian besar area yang sudah dijelajahi tidak bisa di-recall karena minim fast travel. Deadlock desain macam ini jelas terasa seperti warisan 2002 yang nggak cocok di 2025. Sayangnya, update perbaikan nihil hingga setengah tahun setelah rilis.
Penjualan Lesu, Promosi Sepi
Penjualan minggu pertama di bawah target global, sementara di Jepang promosi begitu minim hingga topik hangat cepat meredup. Padahal, proyek ini sempat di-reboot total pada 2019 oleh Retro Studios. Untuk analisis lebih mendalam, baca selengkapnya di sini.

Dari segi teknis, game ini mungkin solid secara visual, tapi pilihan desain yang ketinggalan zaman dan minim pembaruan membuatnya terasa seperti proyek yang ditinggalkan. Apakah masih ada harapan untuk franchise ini ke depan? Atau justru berita Japanese Gaming lainnya yang akan membawa angin segar?

Pokoknya, Metroid Prime 4: Beyond adalah pengingat keras: nostalgia aja nggak cukup untuk bikin game legendaris. Kalau kamu udah main, share pengalaman lo di kolom komentar—setuju nggak kalau game ini perlu di-patch besar-besaran?