Meccha Chameleon, game multiplayer hide-and-seek yang dirilis 17 Juni 2025, sukses besar dengan tembus 15 juta kopi dalam waktu kurang dari sebulan. Tapi kesuksesan itu langsung diikuti munculnya cheater yang pakai auto-paint tool — alat curang yang otomatis mengecat karakter mereka agar langsung menyatu dengan latar. Daripada cuma mengeluh, komunitas justru berkreasi: mereka mulai mengecat panah merah raksasa di tubuh para cheater itu, bikin posisi mereka mudah terlihat oleh tim seeker.
Panah Merah Jadi Senjata Balas Dendam
Viral di TikTok, seorang kreator bernama thatsjustunreal memposting video yang menunjukkan bagaimana cheater yang terkena panah merah langsung kabur dari ruangan. Taktik ini disebut "cheater-exposing arrow" — sebutan yang pas karena memang efektif memalukan si curang. Sistem koneksi host-based game (yang merekomendasikan 2–14 pemain) membuat cheater bisa kabur dengan mudah, tapi dengan panah merah, reputasi mereka tetap tercoreng.
Fenomena ini mengingatkan saya pada era awal online gaming di Jepang, saat cheater di game seperti Phantasy Star Online di-counter oleh komunitas dengan cara kreatif. Bedanya, di Meccha Chameleon, cheater kini bukan cuma kena ban, tapi juga dihina secara visual di depan seluruh ruangan.
Untungnya, pihak developer sudah merespons. Update versi 2.5.1 pada 7 Juli lalu menambal cheat lain yang memberikan mass recommendation dan rapid-fire untuk senjata seeker. Namun, auto-paint tool masih menjadi masalah utama — setidaknya sampai komunitas terus menggunakan panah merah sebagai counter dadakan.
Bagi yang penasaran dengan kronologi lengkapnya, baca artikel asli dari Automaton untuk detail teknisnya. Dan jangan lupa simak berita Japanese Gaming lainnya di Popshck untuk update terbaru.
Nah, kalau kamu main Meccha Chameleon dan nemu cheater, tinggal cat aja pakai warna merah — mereka bakal kabur sendiri. Seru kan? Drop komentar pengalamanmu di bawah!