
Dunia game simulator kereta lagi panas! Retro Rail GO!, game simulasi kereta retro dari studio indie Barely Making Games, tiba-tiba jadi sorotan setelah dituding sebagai kloningan dari seri legendaris Jepang, Densha de GO!. Tuduhan ini sontak memicu perdebatan sengit di komunitas, dan developer pun angkat bicara lewat pernyataan resmi.
Klarifikasi Developer: Bukan Plagiat, Tapi Homage
Dalam pernyataannya, sang developer menegaskan bahwa Retro Rail GO! "bukan dibuat dengan tujuan menjiplak atau melanggar hak cipta." Mereka mengaku tumbuh di negara berkembang yang akses ke game Jepang sangat terbatas karena mahal dan terkendala bahasa. Hal inilah yang memotivasi mereka menciptakan game simulasi kereta yang terjangkau dan mendukung banyak bahasa.
Meski begitu, demo game yang dirilis di Steam menggunakan artwork AI untuk memenuhi tenggat Steam Next Fest. Developer berjanji akan mengganti seluruh artwork tersebut dengan karya seniman profesional di versi final. Mereka juga mengakui tidak memiliki sumber daya untuk menghadapi tuntutan hukum atau kritik berkepanjangan, dan bahkan mengancam akan membatalkan proyek jika situasi semakin memburuk.

Menariknya, kontroversi ini justru mendongkrak popularitas game secara tak terduga. Wishlist Retro Rail GO! melonjak dari sekitar 700 menjadi hampir 2.000 dalam 48 jam setelah berbagai reaksi bermunculan. Banyak gamer yang penasaran dan justru memberikan dukungan, melihatnya sebagai penghormatan (homage) yang tulus terhadap Densha de GO!.
Bagi kamu yang ingin tahu lebih dalam soal kasus ini, bisa baca artikel asli dari GameSpark di sini. Sementara itu, pantau terus berita Japanese Gaming lainnya untuk update seru seputar game dari negeri sakura.

Apakah Retro Rail GO! layak disebut plagiat atau sekadar tribute yang kurang beruntung? Yang jelas, drama ini membuktikan betapa passionate-nya komunitas terhadap game simulasi kereta. Kalau kamu suka game slow-paced dan nostalgia, wajib coba demonya sekarang!