Mendengar masukan dari komunitas adalah salah satu cara terbaik untuk membuat game yang inklusif. Itulah yang baru-baru ini dilakukan oleh Apothema, developer di balik Hexzen — sebuah puzzle game logika berbasis grid heksagonal yang memadukan elemen Picross, Sudoku, dan Minesweeper. Lewat sebuah thread di Reddit, sang developer mengungkap tantangan besar yang mereka hadapi saat menambahkan localization bahasa Arab ke dalam game.
Game yang awalnya dikembangkan saat Apothema menjalani cuti medis ini sudah mengutamakan aksesibilitas sejak tahap awal. Hexzen mendukung 15 bahasa, lengkap dengan palet color-blind friendly, font OpenDyslexic, serta kontrol keyboard/controller-only. Tapi saat masuk ke lokalisasi Arab, masalah baru muncul.
Lokalisasi Arab Hexzen: Pelajaran Berharga dari Komunitas
Para pemain penutur bahasa Arab langsung memberikan saran konkret: gunakan Fusha (Modern Standard Arabic) alih-alih dialek lokal, dan lebih baik memakai angka Arab yang familiar (0–9) daripada angka India yang lazim di beberapa negara Arab. Developer pun dengan sigap mengimplementasikan kedua sistem angka sebagai opsi toggle di dalam game.

Tak hanya itu, ada juga bug krusial di mana teks Arab muncul dari kiri ke kanan (LTR) alih-alih kanan ke kiri (RTL), menyebabkan karakter jadi berantakan. Untungnya, feedback dari komunitas membantu Apothema memperbaikinya dengan cepat.
Bagi kamu yang penasaran dengan detail teknis lokalisasi ini, baca selengkapnya di sini. Dan kalau mau lihat lebih banyak berita Japanese Gaming lainnya, langsung aja cek portal kami.

Hexzen dijadwalkan rilis di Steam pada 3 November mendatang. From medical leave ke inclusive puzzle game — sungguh perjalanan yang inspiring, kan? Udah siap uji otak kalian? Add to wishlist sekarang dan ajak teman-teman main bareng nanti!