Gim horor Jepang, Japan Stigmatized Property Monitoring Association 3 (dikenal juga sebagai Nihon Jiko Bukken Kanshi Kyokai 3), yang dijadwalkan meluncur pada 7 Agustus 2026, kini menghadapi kemungkinan penundaan atau bahkan pembatalan total. Pengembang Loxarc mengumumkan kabar mengejutkan ini melalui akun X (Twitter) resmi mereka, setelah serangkaian insiden mengerikan terjadi di balik layar produksi.
Ancaman dan Pelanggaran Keamanan di Balik Layar
Masalah bermula saat Stage 4—yang seharusnya menampilkan properti terkait sebuah kultus—mendapat tekanan berat. Sekelompok orang yang mengaku mewakili pemangku kepentingan properti tersebut mengirimkan surat ancaman, menuntut pengembangan dihentikan segera. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah temuan saat playtesting baru-baru ini. Tim pengembang menemukan nama-nama pribadi asli (termasuk staf pengembang) dan nomor rekening bank tertentu yang tertanam dalam teks dan file audio stage tersebut—padahal tidak ada satu pun anggota tim yang ingat pernah memasukkan data itu.
Investigasi log akses mengindikasikan dua kemungkinan: adanya insider dengan ideologi tertentu yang menyusup ke tim, atau data dirusak melalui cara tak dikenal dari luar. Loxarc telah mendatangkan organisasi spesialis eksternal untuk menyelidiki peretasan data dan celah keamanan ini. Akibatnya, pengembang menghentikan publikasi detail Stage 4 dan sedang mempertimbangkan untuk menunda atau membatalkan seluruh perilisan gim.
Situasi ini jelas memprihatinkan bagi para penggemar horor Jepang yang sudah menanti-nantikan sekuel ketiga ini. Loxarc menyatakan akan memberikan update lebih lanjut tentang nasib gim begitu ada perkembangan. Kalau kamu penasaran dengan drama lengkapnya, baca selengkapnya di GameSpark atau pantau berita Japanese Gaming lainnya di Popshck.
Apakah ini akhir dari Japan Stigmatized Property 3? Atau justru awal dari misteri baru yang lebih seram? Share pendapat kalian di kolom komentar, ya!