
Dunia game engine sedang dihebohkan dengan kabar bahwa Sjoerd De Jong, mantan Unreal Engine lead evangelist yang mengabdi di Epic Games selama 12 tahun, resmi bergabung mengembangkan Immense Engine — sebuah engine baru yang dirancang sebagai alternatif langsung bagi Unreal Engine dan Unity. Proyek ambisius ini digagas oleh sesama eks developer Epic, Arjan Brussee, bersama startup asal Belanda. Yang bikin penasaran: Immense Engine adalah engine AI-native pertama yang serius ditawarkan ke publik.
Immense Engine: Saingan Baru Unreal Engine dan Unity
Berbeda dengan engine legacy yang sudah bertahun-tahun menumpuk kode usang, Immense Engine dibangun dari awal dengan arsitektur yang bersih dan modern. Yang paling unik adalah kemampuannya mengintegrasikan agen AI eksternal seperti Claude dan ChatGPT secara modular sejak awal. Bukan berarti ini engine untuk bikin game otomatis — De Jong menegaskan bahwa AI hanya sebagai asisten kreativitas developer, bukan pengganti manusia.

Selain itu, Immense Engine juga dirancang patuh terhadap regulasi pasar digital Uni Eropa yang ketat, menjadikannya pilihan menarik bagi developer yang ingin menghindari sengketa lisensi gaya Epic atau Unity. “Kami ingin mematahkan dominasi duopoli yang sudah berlangsung terlalu lama,” ujar De Jong dalam wawancara terbaru. Kalau kamu penasaran dengan detail teknisnya, baca selengkapnya di sini.
Dengan sumber daya dan pengalaman tim di baliknya, Immense Engine berpotensi besar mengubah peta persaingan engine game. Apalagi tren AI di industri game makin panas — siapa yang pertama berhasil bikin engine yang benar-benar ramah AI, dialah jawaranya. Untuk update terbaru soal tren engine dan berita Japanese Gaming lainnya, jangan lupa cek kategori game kami di Popshck.
Gimana menurut kamu? Apakah Immense Engine bisa beneran menyaingi Unreal dan Unity? Langsung spill pendapatmu di kolom komentar, ya!
