
Dragon Sword: Awakening, open-world action RPG yang sempat terjerat sengketa hukum, akhirnya dirilis di Steam pada 23 Juli 2024 dan langsung mencuri perhatian. Dalam waktu singkat, game ini berhasil mencapai 12.619 pemain secara bersamaan, dengan 88% ulasan positif dari lebih dari 1.147 review. Angka tersebut membuktikan bahwa kualitas game bisa mengalahkan drama di balik layar.
Game ini hadir sebagai buy-to-play, tanpa sistem gacha atau stamina — sebuah angin segar di tengah maraknya monetisasi agresif. Pemain bisa mengumpulkan 19 hero dan mata uang pengembangan hanya dengan bermain. Sistem pertarungannya mengandalkan pergantian tiga hero dengan sembilan status abnormal seperti stun, burn, dan shock yang dikombinasikan dengan tag action untuk kombo mematikan. Buat kamu yang bosan dengan game “pay-to-win”, Dragon Sword: Awakening jelas menawarkan pengalaman klasik yang adil dan menantang.
Drama Hukum di Balik Kesuksesan Dragon Sword: Awakening

Perjalanan game ini tidak mulus. Awalnya dirilis sebagai game live-service di Korea pada Januari 2024, Dragon Sword: Awakening langsung tersandung kasus hukum antara developer Hound13 dan publisher Webzen terkait pembayaran. Namun, pada 22 Juli 2024, pengadilan Seoul memutuskan gugatan Webzen ditolak. Keputusan itu membuka jalan bagi versi standalone yang kita nikmati sekarang.

Rilis di Steam sendiri sempat molor beberapa jam karena masalah review store, tapi hal itu tidak menyurutkan antusiasme pemain. Ke depan, tim pengembang berencana menambahkan empat hero baru — termasuk Liza yang ahli serangan listrik, Jerome, Veronica, dan Logan — sebagai konten gratis, bukan DLC. Informasi lebih lengkap bisa kamu baca selengkapnya di sini.
Buat yang penasaran dengan game-game seru lainnya, jangan lupa kunjungi berita Japanese Gaming lainnya di portal kami. Pokoknya, Dragon Sword: Awakening jadi bukti bahwa game dengan visi kuat tetap bisa bersinar meski dihadapkan pada badai. Udah cobain sendiri? Drop pendapat kamu di kolom komentar, ya!