
Pengembang Obakeidoro! dan Dead by Daylight kembali duduk bersama dalam sesi round-table lanjutan yang membahas desain game asimetris. Dalam wawancara yang diliput Automaton, tim Behaviour Interactive memberikan masukan jujur soal data, sentimen pemain, dan keunikan komunitas Jepang.
Obakeidoro! Belajar UI dari DbD
Obakeidoro! mengaku banyak belajar dari Dead by Daylight saat merancang UI untuk versi konsol. Tim Freestyle menyebut DbD punya antarmuka yang intuitif dan meminimalkan input tombol sebelum pertandingan dimulai. Mulai dari menu utama hingga masuk ke matchmaking, semua dibuat secepat dan sehemat mungkin. Buat pemain, ini penting banget karena kesan pertama menentukan mood main.

Speed to Play dan Fitur Play While You Wait
Menariknya, Behaviour Interactive juga mengukur "Speed to Play", yaitu waktu dari pemain berniat main sampai masuk ke matchmaking. Tim DbD mengakui angka mereka sekarang masih kalah cepat dibanding game lain—posisinya cenderung di bawah. Makanya, menuju ulang tahun ke-10, mereka bakal memangkas waktu tunggu secara signifikan. Salah satu gebrakannya adalah fitur Play While You Wait: pemain yang mengantre sebagai killer bisa tetap main sebagai survivor di satu pertandingan sambil menunggu.
Kenapa Kill Rate di Jepang Rendah?
Fakta paling menarik datang dari statistik global. Rata-rata kill rate killer di dunia sekitar 60 persen dan dianggap sehat. Tapi di Jepang, angkanya cuma 50 persen—lebih rendah hampir 10 poin. Tim DbD menganalisis bahwa pemain Jepang cenderung main survivor bareng teman, sehingga koordinasi dan strategi mereka jauh lebih rapi. Alhasil, sisi killer jadi lebih sering kewalahan.

Data emang penting, tapi tim DbD ingatkan bahwa sentimen pemain nggak bisa diabaikan. Mereka lebih memilih memoles pengalaman inti ketimbang nambah mode baru. Soalnya, inti permainan itulah yang bikin orang jatuh cinta sejak awal. Buat Obakeidoro!, pelajaran berharga ini bisa jadi senjata buat bersaing di genre yang makin ramai. Apalagi dengan bekal UI yang sudah dioptimalkan, mereka punya fondasi yang solid untuk terus berkembang.
Buat kamu yang mau pantau tren game asimetris dari Jepang, jangan lupa cek juga berita Japanese Gaming lainnya di Popshck. Semakin dalam diskusi developer, semakin seru kan? Ajak teman mainmu dan uji strategi bareng!
