
Pekan lalu, industri game Jepang berkumpul di Pacifico Yokohama untuk gelaran CEDEC 2026 (Computer Entertainment Developers Conference) yang berlangsung dari 22 hingga 24 Juli 2026. Dengan total 263 artikel yang diterbitkan oleh 4Gamer sepanjang pekan itu, tidak heran kalau CEDEC jadi sorotan utama. Lebih dari 200 sesi digelar dalam tujuh kategori — dari game design, visual, engineering, hingga business & production — dan tahun ini, topik AI benar-benar mendominasi diskusi. Tapi yang paling bikin heboh? Tentu saja malam puncak CEDEC AWARDS 2026.
Dominasi Nintendo dan Momen Emosional Shuhei Yoshida
Nintendo pulang dengan tangan penuh. Tim pengembang Donkey Kong Bananza berhasil menyabet Grand Prize dan menang di tiga kategori sekaligus. Game yang digambarkan "membawa kehancuran pada game" ini dinilai sangat inovatif oleh juri. Nggak heran kalau banyak developer lain ngiler sama formula kesuksesan mereka.
Tapi momen paling mengharukan datang dari Shuhei Yoshida, mantan eksekutif PlayStation yang menerima penghargaan spesial. Dalam keynote bertajuk "The Wonderful Games, Creators, and Creativity I Have Encountered", ia berbagi pengalaman puluhan tahun di industri — dari era PS1 hingga PS5. Banyak developer yang hadir sampai terharu, termasuk gue yang nonton live streaming-nya. Buat kalian yang belum lihat, baca selengkapnya di sini untuk ringkasan lengkap pidatonya.

Selain itu, ada kabar gembira buat fans JRPG lawas. Neosphere: Legacy, remaster dari Blue Sky Neosphere, resmi diumumkan akan rilis pada spring 2027. Buat yang kangen nuansa dungeon-crawling klasik, ini patut dinantikan. CEDEC tahun ini membuktikan bahwa inovasi dan nostalgia bisa berjalan beriringan — dan AI bukan satu-satunya masa depan game.

Kalau lo penasaran dengan gebrakan terbaru dari industri Jepang, jangan lupa intip berita Japanese Gaming lainnya di portal kita.
Gimana menurut lo? Donkey Kong Bananza pantas menang Grand Prize? Atau lo lebih期待 Neosphere: Legacy? Drop pendapat lo di kolom komentar, ya!