
Panache Digital Games baru saja merilis video gameplay terbaru untuk 1666: Amsterdam pada 30 Juli 2026. Game action-adventure ini mengusung konsep pertarungan melawan “Originals” — iblib yang menyamar sebagai manusia — dengan senjata utama: sihir. Yang bikin penasaran, studio ini didirikan oleh Patrice Désilets, mantan creative director Assassin’s Creed. Sudah ada demo yang bisa kamu coba di PC (Steam, Epic Games Store), dan kabarnya game ini juga akan rilis penuh di platform tersebut.
Dua Sisi Cerita: Noa dan Aaron
Video terbaru memperkenalkan dua karakter sentral. Noa adalah apoteker magang di Amsterdam tahun 1666, tapi diam-diam ia pewaris keluarga sihir kuno Xandaris. Sedangkan Aaron adalah dosen universitas di zaman modern yang tanpa sengaja terjebak dalam ritual saat merayakan tahun 2000 bersama kekasihnya. Akibatnya, kesadaran Aaron terperangkap di dalam tubuh kucing – sebuah transformasi yang memberinya kemampuan unik, seperti melihat hal tak terlihat dan masuk ke celah sempit.
Kombinasi dua perspektif waktu ini menjanjikan narasi yang kaya dan gameplay yang variatif. Bayangkan: kamu bisa menyelinap sebagai kucing di Amsterdam abad ke-17 sambil menguping rencana musuh, lalu beralih ke Noa yang mengeluarkan jurus sihir spektakuler. Ini bukan sekadar time travel biasa – ini cat time travel, dan itu keren banget.
Buat kamu yang penasaran dengan lore lebih dalam, baca selengkapnya di sumber asli. Sementara itu, jangan lupa cek juga berita Japanese Gaming lainnya di Popshck untuk update game-game keren lainnya.

Dengan latar belakang Amsterdam 1666 yang penuh intrik dan sentuhan mistis, game ini punya potensi jadi hidden gem yang wajib dimainkan. Apalagi, pengalaman Patrice Désilets di Assassin’s Creed menjamin kualitas level desain dan narasi yang solid.

Udah nggak sabar jadi kucing detektif sambil merapal mantra? Langsung download demo-nya di Steam dan rasakan sendiri sensasinya!
