
Pernah bayangkan lagu-lagu dari Final Fantasy atau Super Mario dimainkan hanya dengan koto, shamisen, dan shakuhachi? Itulah yang dilakukan Famikoto — sebuah grup musik yang memainkan lagu-lagu video game murni dengan alat musik tradisional Jepang (wagakki). Konser kelima mereka akan digelar pada 7 Agustus 2026 di Katsushika Symphony Hills Iris Hall, Tokyo.
Di balik proyek unik ini ada Kazushi Okinasa, seorang pemain koto yang juga pendiri Famikoto. Dalam wawancara eksklusif, ia mengungkapkan perjalanan awalnya: “Aku mulai mendalami musik berkat Piano Collections dari Final Fantasy V dan VI — bahkan CD pertama yang kubeli adalah soundtrack Final Fantasy III.” Tanpa guru, ia belajar piano otodidak lewat game, yang kemudian menjadi fondasi pemahaman musiknya.

Perjumpaan dengan alat tradisional terjadi di bangku kuliah, dan sejak itu ia memutuskan menjadi pemain koto profesional. Yang menarik, Okinasa menekankan bahwa “keterbatasan” alat tradisional justru menciptakan resonansi unik dengan musik game. “Alat-alat ini punya batasan nada dan teknik — mirip seperti chiptune yang terbatas pada suara 8-bit. Justru di situlah keindahannya,” jelasnya.

Gak heran, aransemen Famikoto terasa segar dan penuh nostalgia. Mereka membuktikan bahwa warisan budaya dan geek culture bisa berpadu sempurna. Bagi kamu yang penasaran, catat tanggal 7 Agustus 2026 — atau nantikan rekaman konsernya. Karena kadang, keterbatasan justru melahirkan harmoni paling indah.