featured

Wah, penggemar anime history dan slice-of-life mewah, nih kabar panas! Cuplikan pembuka lebih dari 11 menit dari film anime teater Pari ni Saku Étoile baru saja dirilis secara publik. Disutradarai oleh Gorō Taniguchi—yang juga jadi pencipta asli bareng BNF dan ARVO—cerita ini berlatar Paris era Belle Époque pra-Perang Dunia I. Mengikuti perjalanan Fujiko, calon pelukis, dan Chizuru, ahli naginata yang bermimpi jadi balerina.

Cuplikan ini langsung bikin terpukau: dimulai dari pertemuan Fujiko dan Chizuru yang penuh takdir di Yokohama, perjuangan Fujiko, hingga pelayarannya ke Paris bersama paman Wakabayashi. Yang bikin spesial, peneliti Seiichi Shirato kasih komentar mendalam soal akurasi historis background dan properti. Setiap detil diracik teliti, nunjukin craft kelas dunia ala Taniguchi!

Lihat nih properti kerennya: kamera Wakabayashi dimodelkan dari Meiji 37 'Champion Teuchi Ankan' tahun 1904, kamera domestik tertua Jepang. Objek asli difoto bareng Japan Camera Museum, cara pakainya diinfer dari Brownie No. 2. Rumah keluarga Sonai? Ditanam di Takadanobaba era Meiji dekat Stasiun Takadanobaba yang buka 1910, terinspirasi kediaman akhir Natsume Soseki. Ruang belajarnya ambil referensi 'Soseki Sanbo', campur tata letak Jepang-Barat yang autentik.

trailer

Lanjut ke Paris, jembatan Alexandre III yang dibangun 1900 dengan pilar kolomnya kontras banget sama perahu cuci Bateau-Lavoir dan para pekerja laundry di bawahnya. Gambaran glamor vs kehidupan rakyat jelata yang hidup! Ini sakuga potensial yang bakal bikin mata melek lebar.

Filmnya lagi tayang di bioskop, dengan seiyuu top: Ami Tōma sebagai Fujiko dan Rina Arashi sebagai Chizuru. Buat fans yang suka visual kaya Violet Evergarden atau detail era ala Ghibli, ini wajib tonton. Shirato's commentary bikin kita hargai effort produksi—dari Yokohama ke Paris, semuanya bernapas sejarah!

analisis

Siap-siap larut dalam keindahan Paris anime! Buruan cek cuplikan lengkapnya dan tandai jadwal tayang biar nggak ketinggalan momen epik ini.