Adaptasi manga dari novel populer The Husky and His White Cat Shizun (judul lengkap: Rou Bao Bu Chi Rou) karya Ayano Yamane mendadak ditangguhkan. Penundaan ini terjadi setelah mangaka tersebut secara pribadi menarik diri dari proyeknya, meninggalkan kekecewaan besar di kalangan pembaca setia.
Awalnya, adaptasi manga ini dijadwalkan debut di majalah Biblos pada 28 Oktober (cetak) atau 19 November (digital). Namun, penangguhan mendadak ini menyusul riwayat kontroversi sang kreator. Ayano Yamane sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas unggahan media sosialnya yang sebelumnya diklaim menyebabkan "ketidaknyamanan dan kekhawatiran."
Kontroversi di Balik Penarikan Diri Sang Mangaka
Inti dari penangguhan ini terkait dengan gelombang fan backlash yang dihadapi Ayano Yamane. Kritik pedas dilontarkan para penggemar, menudingnya karena unggahan media sosial masa lalunya yang dianggap menampilkan sentimen anti-Tiongkok dan anti-Korea. Sebagai seorang mangaka yang karyanya sangat dinanti, isu sensitif seperti ini jelas memberikan tekanan besar pada proyek adaptasinya.
Situasi ini mengingatkan bahwa dalam industri kreatif manga, sebuah karya tidak hanya dinilai dari kualitas art atau alur ceritanya (storytelling) saja, tetapi juga dipengaruhi oleh narasi sosial dan publik yang mengelilingi sang kreator. Baca selengkapnya mengenai detail penangguhan ini di sini.
![]()
Meninjau Kembali Daya Tarik The Husky
Novel aslinya, The Husky and His White Cat Shizun, telah lama menarik perhatian berkat karakter karismatik dan kisah romansa penuh intrik. Sebagai mahakarya dari Rou Bao Bu Chi Rou, versi novelnya (seperti Vol. 9) tetap menjadi bacaan wajib bagi penggemar genre Xianxia atau fantasi sejarah.
Manga adaptasi seharusnya membawa nuansa visual epik, menyeimbangkan estetika wuxia klasik dengan sentuhan modernitas drama percintaan. Dalam genre ini, interpretasi artistik sang mangaka sangat krusial. Untuk mengetahui lebih banyak berita seputar industri komik Jepang lainnya, kamu bisa cek berita Japanese Manga lainnya.

