California Loloskan AB 1921, Stop Killing Games Menang

Para gamer, ada kabar gila dari Negeri Paman Sam! Gerakan konsumen "Stop Killing Games" baru saja mencetak kemenangan monumental. Pada 27 Mei 2026, California State Assembly resmi mengesahkan AB 1921, alias "Protect Our Games Act", dengan voting 43 setuju dan 16 menolak. Langkah ini jadi tamparan keras buat publisher yang doyan mematikan server game kesayangan kita.
Apa sih isi undang-undang ini? Sederhana, tapi revolusioner. Untuk semua game yang dijual mulai 1 Januari 2027, publisher wajib ngasih notifikasi minimal 60 hari sebelum layanan esensial (server, autentikasi) dihentikan. Nggak cuma itu—setelah layanan mati, mereka harus menyediakan versi yang bisa dimainkan tanpa server mereka, mengizinkan pemain terus bermain, atau ngasih refund penuh. Bayangin: misalnya The Crew yang mati dan bikin pemain gigit jari, skenario kayak gitu nggak bakal terulang lagi.

Tapi ada pengecualian, tentu. Layanan berlangganan kayak Xbox Game Pass dan PlayStation Plus bebas dari aturan ini, begitu juga game F2P dan game yang udah bisa dimainkan offline sejak awal pembelian. Ini masuk akal—subscriber udah paham risiko konten bisa hilang kapan aja.

Tentu aja industri game nggak tinggal diam. Oposisi dari para publisher besar udah terasa sejak awal. Mereka beralasan aturan ini bakal membebani biaya operasional dan model bisnis game-as-a-service. Tapi buat kita para konsumen? Ini adalah kemenangan hak milik digital yang selama ini sering diabaikan.
Masih perlu disahkan Senat Negara Bagian California dan ditandatangani Gubernur, jadi belum final sepenuhnya. Tapi angin segar udah berhembus. Kalau ini jadi law, bisa jadi preseden buat negara bagian lain, bahkan Jepang dan Eropa! Gimana menurut lo? Setuju nggak sama regulasi begini? Tulis di kolom komentar dan share ke temen-temen gamer—inilah sejarah yang lagi tercipta!