Episode kedua World is Dancing yang tayang pada 9 Juli 2026 lalu sukses membuat penonton terisak. Anime sejarah garapan Kazuhito Mihara ini mengikuti perjalanan Oniyasha (nama kecil Zeami) yang terobsesi pada keindahan tarian. Kali ini, ia berhadapan langsung dengan realitas pahit di balik seni yang memukau.
Analisis Episode 2 'World is Dancing': Antara Kecantikan dan Kepedihan
Cerita dimulai saat Oniyasha menyadari pentingnya "tipe" (kata) dalam menari di bawah air. Ia kemudian bertemu seorang shirabyoshi—penari perempuan yang dulunya sempat tampil di depan shogun. Namun kini, ia tengah menderita 勞咳 (TBC) dan terpaksa menjual diri untuk bertahan hidup. Sang ayah, Kanami, membayar shirabyoshi tersebut untuk menunjukkan tariannya. Oniyasha marah besar karena menurutnya "tarian putus asa dari mereka yang tak punya apa-apa" telah hilang. Ia melemparkan uang itu ke arah ayahnya.
![]()
Sayangnya, si shirabyoshi meninggal karena penyakitnya. Oniyasha tersadar akan keegoisannya. Ia bertekad meneruskan tarian perempuan itu sebagai bentuk penebusan. Reaksi penonton pun luar biasa—"Menangis tersedu-sedu," "Tarian yang membakar nyawa bikin aku tak bisa bernapas," dan berbagai komentar haru membanjiri media sosial. Banyak yang memuji penggambaran emosi dan animasi yang memukau, termasuk dari sumber asli artikel ini.
Yang menarik, beberapa penonton tunarungu juga menyuarakan permintaan agar Amazon Prime Video (tempat streaming) menyediakan subtitle Bahasa Jepang untuk aksesibilitas. Ini menunjukkan betapa dalamnya dampak emosional episode ini hingga melampaui batas indra.

Bagi kamu yang penasaran dengan drama sejarah yang penuh emosi, World is Dancing merupakan adaptasi dari manga karya Kazuhito Mihara, mengisahkan kehidupan Zeami sang penemu Noh. Episode 2 ini menjadi puncak awal yang sulit dilupakan. Buat yang mau lihat ulasan seru lainnya, cek juga berita Japanese Anime lainnya di Popshck.
Pertanyaan besarnya: mampukah Oniyasha menghidupkan kembali tarian yang telah padam? Tonton episode selanjutnya setiap Kamis di Prime Video—siap-siap tisu lagi!