
Dalam wawancara eksklusif di Anime Expo 2026, sutradara Yuzuru Tachikawa bersama pengisi suara Setsuo Ito (Mob) dan Takahiro Sakurai (Reigen) mengungkap proses kreatif di balik anime legendaris Mob Psycho 100. Serial yang diadaptasi dari web manga karya ONE ini sukses besar berkat pendekatan uniknya dalam menggambarkan remaja dengan kekuatan psikis yang tertekan. Dari desain karakter hingga pemilihan gaya visual, tim produksi menghadapi banyak keputusan penting yang akhirnya membentuk identitas anime ini.
format(webp))
Sutradara Yuzuru Tachikawa: Desain Mob yang Ikonik Bukan Kebetulan
Tachikawa mengaku sempat menggambar Mob sebagai "pretty boy" di awal proses pra-produksi, namun merasa itu tidak cocok. Ia akhirnya memutuskan untuk mempertahankan desain asli ONE yang polos dan sederhana. "Mob harus terlihat seperti anak SMP biasa," ujarnya. Untuk menciptakan kontras visual, Tachikawa membuat Reigen lebih dinamis dan ekspresif, sementara Mob lebih statis — mencerminkan kepribadian mereka yang bertolak belakang.
Pengisi suara Mob, Setsuo Ito, menceritakan tantangan memerankan karakter yang sangat pendiam. Ia sering bereksperimen dengan menambahkan dialog, tetapi sebagian besar dianggap tidak perlu oleh tim. Sementara itu, Takahiro Sakurai (Reigen) sengaja mencari "kelebihan" dalam pengucapan agar karakternya menonjol, namun tetap berhati-hati agar tidak menjadi mengganggu. Keputusan terbesar tim adalah apakah akan meniru gaya gambar khas ONE atau mengikuti tren anime populer lainnya. Mereka memilih setia pada orisinalitas, yang terbukti menjadi kunci kesuksesan visual Mob Psycho 100. Kamu bisa baca wawancara lengkapnya di sini untuk detail lebih dalam.
Dari diskusi ini terlihat betapa besarnya perhatian terhadap detail dalam setiap aspek produksi. Mulai dari keseimbangan desain hingga performa vokal, semuanya dirancang untuk mendukung narasi yang unik. Kalau kamu suka eksplorasi di balik layar anime favorit, jangan lewatkan berita Japanese Anime lainnya yang tak kalah menarik. Siapa sangka, di balik kesederhanaan Mob, ada perjuangan kreatif yang luar biasa?