
Kabar gembira buat pencinta manga dengan premis unik! Seibetsu "Mona Lisa" no Kimi e. — yang dalam adaptasi Bahasa Indonesia dikenal sebagai Just Like Mona Lisa — resmi mendapatkan adaptasi TV anime. Proyek ini langsung ditangani oleh studio legendaris Shaft, rumah bagi Mahou Shoujo Madoka Magica dan seri Monogatari. Keputusan ini sontak disambut meriah oleh para penggemar yang sudah menanti sejak pertama kali manga debut.

Dunia Unik di Just Like Mona Lisa: Saat Gender Bukan Pilihan Tetap
Ceritanya berlatar di dunia di mana setiap manusia, sejak usia 12 tahun, mulai berubah secara fisik menuju gender yang diinginkan, dan pada usia 14 tahun menjadi pria atau wanita secara permanen. Namun, tokoh utama Hinase tetap “tanpa gender” hingga usia 18 tahun — menjadi satu-satunya individu yang tidak pernah memilih. Lewat perjalanan Hinase, manga garapan mangaka Tsumuji Yoshimura ini mengeksplorasi identitas diri, hasrat, dan cinta dalam bingkai coming-of-age yang segar. Total penjualan manga sudah menembus 1 juta eksemplar, membuktikan daya tarik temanya yang relevan.
Sang penulis sendiri mengaku, “Adaptasi anime adalah mimpi terbesar saya sebagai mangaka.” Bersamaan dengan pengumuman ini, teaser visual dan ilustrasi perayaan karya Yoshimura juga dirilis. Bagi yang penasaran dengan detail proyek, baca selengkapnya di sini.

Yang bikin makin seru: info awal tentang pengisi suara utama dan teaser PV akan diumumkan langsung pada 1 Agustus 2026 di acara AnimagiC 2026 di Mannheim, Jerman. Ini adalah event Eropa terbesar, jadi Shaft jelas ingin bikin gebrakan internasional. Jangan lupa pantau terus berita Japanese Anime lainnya di portal kami buat update selanjutnya.
Konsep gender yang cair, visual khas Shaft, dan cerita yang menggetarkan hati — Just Like Mona Lisa siap jadi salah satu anime paling dinanti. Siap-siap catat tanggalnya, ya!