
Bagi penggemar sci-fi atau fantasi gelap, nama Children of Belgrade Metro mungkin belum asing di telinga Anda. Visual novel dari personal circle "Summertime" ini menjanjikan perpaduan genre yang unik: bukan sekadar baku hantam kekuatan super, melainkan eksplorasi mendalam tentang sisi rapuh kemanusiaan. Di tengah misteri dan konflik supranatural di Beograd—ibu kota Serbia—kita diajak menyelami labirin emosi manusia.
Diambil berlatar Belgrad, salah satu ibu kota yang pernah bagian dari Yugoslavia, cerita ini menjadikan stasiun kereta bawah tanah "Belgrade Metro" yang terbengkalai sebagai panggung utama. Secara genre, ia digolongkan sebagai psychic battle dan novel game suspens. Dunia di sini adalah dunia dengan kemampuan psikis, bahkan sampai adanya sanksi pemerintah bagi pengguna kekuatan tersebut. Namun, kejeniusan naratifnya terletak pada inti cerita: bukan siapa yang paling kuat, melainkan apa yang menghuni hati para karakter.
Mengupas Kedalaman "Children of Belgrade Metro"
Jika Anda mencari action murni ala Studio Bones atau Ufotable, mungkin ini bukan tontonan untuk Anda. Namun, jika Anda menikmati narasi berlapis seperti misteri di film-film Christopher Nolan, bersiaplah.
Fokus utamanya adalah sisi terdalam manusia: rasa inferioritas, kompleks diri, dan hasrat mendesak untuk diakui orang lain. Kita mengikuti anak muda yang terdampar dalam kekacauan kekuatan; mereka lebih sering berhadapan dengan bayangan diri sendiri daripada lawan super lainnya.
Daya tarik Children of Belgrade Metro juga dari strukturnya. Permainan ini memaksa pemain menjadi detektif naratif, merangkai potongan teka-teki—melalui surat, koran, atau buku harian—untuk membangun gambaran besar peristiwa mengerikan di metro tersebut.
Secara visual, atmosfernya sangat khas dan vintage. Meskipun menggunakan basis dot art ala PC-98 retro Japanese computer system reference, latar belakang diperkaya dengan foto nyata Serbia yang diproses sedemikian rupa. Ditambah musik elektronik melankolis, menciptakan aura surealistik yang mencekam.
Protagonis utama kita, Shizuki, adalah individu tanpa kemampuan psikis (powerless). Peran inilah jangkar naratifnya, menekankan bahwa memiliki kekuatan tidak sama dengan nilai diri. Kisah ini menyajikan pesan universal: nilai seseorang datang dari keberadaannya, bukan bakat istimewa yang ia miliki baca selengkapnya di sini.

Bagi penggemar genre mystery dan cerita karakter kaya, karya ini permata yang harus diulas dalam berita Japanese Anime lainnya. Ini bukan sekadar "battle group story" (群像劇), melainkan meditasi sinematik tentang trauma dan pencarian jati diri.

Siap-siap untuk tenggelam dalam atmosfer retro yang kelam dan drama psikologis yang menusuk tulang!
