
Para pecinta genre misteri dan fantasi, siapkan tisu Anda! Kabar yang sudah lama dinantikan telah tiba: manga Toshi Densetsu Kaitai Center: Parallel File (atau dikenal sebagai Urban Myth Dissolution Center) akhirnya menutup lembarannya. Adaptasi ini bukan hanya sekadar cerita ringan; ia adalah perjalanan epik menelusuri batas antara mitos, realitas, dan dimensi anomali yang sangat menarik. Manga ini berakhir di edisi Desember majalah Ribon dari Shueisha, menandai selesainya kisah Azami Fukurai dan rekan-rekannya.
Sejak diluncurkan pertama kali pada April 2025 di majalah legendaris Ribon, manga ini telah berhasil menarik perhatian dengan premisnya yang unik. Berakar dari sebuah game seru bertema penanganan mitos perkotaan dan artefak terkutuk, cerita ini membawa pembaca langsung ke jantung Pusat Pemusnah Mitos (Toshi Densetsu Kaitai Center).
Mengupas Misteri di Balik Pusat Mitologi Kota
Inti daya tarik Toshi Densetsu Kaitai Center terletak pada perpaduan antara nuansa supernatural yang elegan dengan misteri investigasi khas genre Josei. Kita diperkenalkan kepada Azami Fukurai, sang protagonis kita, yang berada di bawah pengawasan Ayumu Meguriya—Direktur Pusat sekaligus seorang psionik Level S yang sangat kuat. Bersama-sama, mereka harus menghadapi kasus demi kasus yang melibatkan mitos perkotaan dan anomali dimensi.
Kisah ini tidak hanya terbatas pada halaman tankōbon. Keberhasilan adaptasinya juga didukung oleh rilis game multiplatform yang masif: mulai dari PC Steam (Februari 2025), mobile (iOS/Android) di Maret, hingga edisi Nintendo Switch 2 pada 28 Oktober. Integrasi media ini membuat pengalaman membaca dan bermain terasa sangat sinergis, memberikan kedalaman dunia yang luar biasa bagi para penggemar cerita berbasis lore.

Perjalanan dari majalah Ribon ke rak buku fisik melalui volume ketiga pada 19 Agustus menunjukkan betapa kuatnya daya tarik narasi ini. Bagi yang menikmati genre investigasi supranatural, ada banyak kisah menarik lainnya di berita Japanese Manga lainnya.
Meskipun telah berakhir, warisan Toshi Densetsu Kaitai Center akan tetap hidup dalam ingatan kita sebagai salah satu manga bertema mitos yang paling imersif tahun ini. Manga ini sukses membuktikan bahwa kisah urban myth memiliki daya tarik universal, mampu menarik audiens dari dunia game ke halaman komik.

Bagaimana pendapatmu tentang akhir kisah Azami dan Ayumu? Sudah baca volume terakhirnya? Yuk, ceritakan teori atau momen favorit kamu di kolom komentar!
