
Kabar gembira datang dari dunia sinema aksi! Film live-action Street Fighter, yang mengambil inspirasi dari game legendaris CAPCOM, berhasil menarik perhatian global dan mencatatkan performa box office yang impresif di Amerika Serikat. Setelah rilisnya, film ini dilaporkan mengalami sedikit penurunan posisi, namun tetap membuktikan daya tarik masif genre fighting game kepada penonton layar lebar.
Secara kumulatif, Street Fighter telah mengumpulkan estimasi pendapatan mencapai US$79,638,634 secara dunia. Di pasar Amerika Serikat saja, film ini berhasil meraup US$46,938,634 pada akhir pekan kedua pemutaran. Bahkan di Jepang, akarnya tetap kuat; film ini dibuka dengan performa solid di posisi #8, menghasilkan sekitar 134,019,900 yen dalam tiga hari pertama. Angka-angka ini menunjukkan bahwa warisan budaya pop Street Fighter masih sangat hidup dan relevan.
Aura Nostalgia Dunia Pencak Silat
Bukan hanya soal uang, daya tarik terbesar film ini terletak pada kemampuannya membangkitkan nostalgia sekaligus menyajikan aksi kelas dunia. Plot cerita mengambil latar tahun 1993, berpusat pada dua petarung yang sempat terpisah: Ryu (diperankan oleh Andrew Koji) dan Ken Masters (Noah Centineo). Mereka kembali dipanggil ke ajang turnamen World Warrior—sebuah konfrontasi tak terhindarkan antara ego, takdir, dan seni bela diri.
Para bintang utama seperti Callina Liang sebagai Chun-Li dan Jason Momoa sebagai Blanka juga turut menambah dimensi sinematik yang epik. Keberhasilan produksi ini tidak lepas dari transaksi strategis Legendary Entertainment yang mengakuisisi hak film Street Fighter sejak April 2023, dan kesepakatan distribusi multi-tahun dengan Paramount Pictures pada Desember lalu.

[Image 3: Andrew Koji]

[Image 2: Andrew Koji dan Noah Centineo]
Keberhasilan box office seperti ini membuktikan bahwa waralaba Jepang memiliki kekuatan global yang tak terbantahkan. Dari idol-idol K-Pop hingga game fighting legendaris, konten pop Jepang selalu berhasil menarik perhatian dunia. Jika kamu ingin menggali lebih dalam tentang gelombang budaya populer dari Asia, jangan lupa baca berita Japanese Infotainment lainnya.
Film ini bukan hanya sekadar remake, melainkan sebuah perayaan energi petarung dan kultur pop yang tak pernah mati. Nantikan pengembangan cerita di layar lebar — karena bagi para penggemar, ini baru awal dari turnamen sesungguhnya!
