
Dunia pop culture Jepang seringkali menyajikan kejutan tak terduga, dan kali ini, kolaborasi yang diluncurkan Sony Pictures Entertainment untuk film Resident Evil benar-benar menantang nalar kita. Mereka merilis iklan komersial (CM) yang menggandeng perusahaan TV shopping terkenal, Yume Group. Apa yang seharusnya menjadi trailer horor mencekam justru diubah menjadi sketsa ala belanjaan televisi—sebuah perpaduan unik antara survival horror dan drama jual-beli produk rumahan!
Dalam CM tersebut, kita disuguhi penampilan Presiden Ishida bersama Yasura Kohashi. Interaksi mereka mempertahankan nuansa tawar-menawar khas acara TV shopping, namun dengan sentuhan horor yang ekstrem. Mereka tidak menjual deterjen atau peralatan dapur; melainkan menjual ketegangan hidup dan mati itu sendiri. Kalimat pamungkas dari President Ishida, “Setelah melihat ini, kami tidak bisa menjamin keselamatan Anda!” benar-benar menjadi punchline yang jenaka sekaligus mengerikan.
Menjual Ketakutan dalam Format Shopping Infomercial
Konsep pemasaran ini sangat khas Jepang, di mana batas antara hiburan dan promosi sering kali kabur, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi penonton. CM ini berhasil menjual kengerian Resident Evil dengan membungkusnya dalam format yang akrab—yaitu siaran belanjaan TV. Selain mempromosikan film itu sendiri, mereka juga turut mengarahkan audiens untuk membeli tiket pramenes (online) dan kartu digital khusus, mendorong minat menonton secara masif.

Film Resident Evil kali ini adalah karya yang dinantikan dengan judul Requiem. Film ini bukan sekadar sekuel biasa; ia digambarkan sebagai kisah survival horor non-stop selama 90 menit, diceritakan dari sudut pandang protagonis. Kisahnya berlatar di Raccoon City dan mengikuti seorang pengantar perlengkapan medis bernama Brian yang terseret dalam mimpi buruk.
Bagi para penggemar genre action atau mereka yang ingin tahu lebih banyak tentang tren Japanese Infotainment, kisah ini akan menarik perhatian. Bahkan bagi penonton yang belum pernah menonton seri sebelumnya sekalipun, film ini menjanjikan pengalaman seru karena merupakan "karya baru sepenuhnya." Film ini dijadwalkan tayang di Jepang pada 9 Oktober (Jumat), dan dipimpin oleh sutradara Zack Clegg, yang juga menangani proyek WEAPONS.

Kolaborasi unik ini menegaskan bahwa Resident Evil tidak hanya sekadar film horor, tetapi juga sebuah fenomena budaya yang mampu berinteraksi dengan berbagai aspek komersial Jepang. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengetahui lebih banyak berita seputar dunia hiburan dan budaya pop Japan di berita Japanese Infotainment lainnya.
Intrik antara zombie, belanjaan TV, dan tawa akan menjadi sajian yang wajib ditonton. Nantikan film ini dan saksikan bagaimana ketakutan bisa dijual dengan sangat apik!
