
Brothers and sisters gamers, ada kabar panas dari Steam. Laporan tiga tahun dari analis Sulka Haro (via Automaton Media) mengungkap ledakan game yang menggunakan konten hasil AI. Dari 53.597 game rilisan Juli 2023 hingga Juli 2026, ternyata satu dari tiga game baru di Steam saat ini sudah menyertakan label “AI-generated content”. Jumlah ini naik drastis—game berlabel AI menyumbang 60–90% dari total peningkatan game baru setiap bulannya. Tapi, apakah popularitas rilis sebanding dengan cuan?
Data Mengejutkan: 60–90% Peningkatan Game Baru Disumbang AI
Di permukaan angka ini terlihat spektakuler. Namun, fakta di lapangan bikin mengernyitkan dahi. Pada 2024, game dengan label AI hanya mewakili 3–6% perkiraan total unit penjualan Steam. Meski merangkak naik menjadi 10–27% di akhir 2025 hingga 2026, persentase itu masih sangat kecil dibanding jumlah game AI yang beredar. Lebih parah lagi, 87% game AI dianggap gagal komersil—alias tidak mencapai penjualan signifikan. Peluang game AI menembus 3.000 penjualan estimasi (100+ review) hanya 55% dibanding game non-AI, dan rasio itu mentok dua tahun tanpa perbaikan.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti semua game AI bernasib sial. Laporan Sulka Haro menemukan pola game AI yang sukses cenderung menggunakan AI untuk voice acting (24% vs 8%) dan lokalisasi (18% vs 6%), plus memberikan pengungkapan detail yang menekankan pengawasan manusia. Skor ulasan positif rata-rata game AI adalah 77%, sedikit di bawah non-AI (81%), dan hanya 71% game AI mencapai status “mostly positive” versus 80% non-AI. Jadi, kualitas dan transparansi tetap jadi kunci.


Kesimpulannya, banjir game AI di Steam belum otomatis bikin kualitas naik. Developer yang cuma andalkan generasi konten instan tanpa sentuhan manusia bakal kesulitan bersaing. Buat yang penasaran dengan tren serupa di platform lain, cek juga berita Japanese Gaming lainnya di portal kita. Udah nggak sabar ngobrolin fenomena ini? Drop pendapat di kolom komentar, siapa tahu game AI favorit kamu ternyata juga sukses di Steam!
