
Welcome to Doll Town, game survival horor indie garapan solo developer Sébastien dari Bad Wish Games, sempat menjadi perbincangan hangat berkat aksi pro-wrestling sang protagonis, Yumi. Tapi siapa sangka, setelah rilis di Steam pada Februari 2026, game ini menuai kritik pedas. Review pengguna pun terbelah: hanya 59% yang memberi rekomendasi positif—sisanya kecewa dengan konten minim dan bug yang menganggu.
Namun, kabar baik datang dari sang developer. Pada April 2026, Sébastien mengumumkan rencana update besar-besaran. Kini, melalui trailer terbaru, ia mengakui “semua tanggung jawab ada di tangan saya” dan memutuskan membangun ulang proyek dari awal demi memberikan pengalaman terbaik. Trailer tersebut memperlihatkan berbagai perbaikan: stage baru, puzzle segar, sistem dialog, pertarungan yang diperbarui, UI dengan minimap, NPC baru, hingga kostum tambahan untuk Yumi.
Dari Pro-Wrestling ke Horor: Perjalanan Welcome to Doll Town
Awalnya, cuplikan gameplay yang menampilkan Yumi melakukan gerakan pro-wrestling dan emote lucu sukses mencuri perhatian komunitas. Tapi setelah dirilis, kekecewaan pengguna justru mendominasi. Developer sempat vakum dari publik, namun diam-diam ia membaca seluruh feedback pemain. Hasilnya? Keputusan nekat: rombak total proyek. “Saya ingin memberikan pengalaman horor yang utuh, bukan sekadar tontonan,” tulisnya dalam pengumuman.

Meski tanggal rilis update belum diumumkan, antusiasme mulai kembali. Komunitas berharap versi baru ini bisa menebus konten yang kurang dan menjadikan Welcome to Doll Town sebagai survival horor yang layak diperhitungkan. Untuk informasi lebih lanjut, baca selengkapnya di Gamespark. Jangan lupa cek juga berita Japanese Gaming lainnya di portal kami.

Gimana menurutmu, bro? Apakah Yumi dan Doll Town-nya pantas mendapat kesempatan kedua? Drop komentar di bawah, yuk!
