
Rina — Para pencinta manga horor, siap-siap merinding! Volume 1 dari Sono App Daijoubu? (『そのアプリ大丈夫?』) baru saja dirilis, dan judulnya saja sudah bikin waswas: “Aplikasi Itu Aman, Nggak?”. Ini adalah manga horor omnibus yang mengupas satu tema mengerikan: aplikasi ponsel yang bisa mengancam jiwa. Bukan sekadar fake news atau hoaks, melainkan kisah-kisah pendek yang menggambarkan bagaimana sebuah aplikasi—entah itu game, sosial media, atau tool sederhana—bisa berubah menjadi alat pembunuh.
Manga ini hadir dalam format omnibus, alias kumpulan beberapa cerita horor pendek dalam satu volume. Dengan pendekatan seperti Kino’s Journey versi kelam, setiap bab menyajikan skenario berbeda dengan satu benang merah: “hati-hati dengan apa yang kamu install”. Dari aplikasi yang menguras data pribadi hingga yang mengendalikan pikiran, para mangaka (yang namanya belum diungkap dalam artikel asli) sukses membangun atmosfer mencekam tanpa perlu jump scare berlebihan.
Apa yang Membuat "Sono App Daijoubu?" Unik?
Yang membedakan manga ini dari horor teknologi lainnya adalah kesederhanaannya. Alih-alih menampilkan monster atau hantu, ancamannya justru berasal dari layar sentuh yang kita pegang setiap hari. Ini sangat relevan di era di mana kita sering asal memberi izin akses aplikasi. Setiap cerita seperti teguran halus: “Apakah kamu benar-benar tahu apa yang dilakukan aplikasi di ponselmu?”. Gaya gambarnya bervariasi per cerita—ada yang realistis, ada yang bergaya kartun—mencerminkan keberagaman tim kreatif di baliknya.
Bagi kamu yang suka manga seperti Another atau Juni Ito’s Collection, ini bisa jadi bacaan baru yang segar. Namun, berbeda dengan horor supranatural, horor di sini terasa lebih dekat karena berbasis pada teknologi sehari-hari. Informasi selengkapnya bisa kamu baca di artikel asli Natalie. Jangan lupa cek juga berita Japanese Manga lainnya di Popshck.
Volume 1 ini adalah awal yang menjanjikan—jika kamu cukup berani, coba install aplikasi yang ada di dalam cerita ini… kalau nyali kamu kuat. Sudah siap melihat ponselmu dari sudut pandang baru?