
Tahun 2026 menandai 30 tahun perjalanan Resident Evil—franchise yang telah menjual lebih dari 200 juta kopi di seluruh dunia. Di tengah euforia, pada 23 Juli 2026 lalu, sebuah trailer baru dari film reboot Resident Evil resmi dirilis, dan langsung mengubah ekspektasi penggemar. Bukan aksi spektakuler ala film-film sebelumnya, melainkan horor yang dingin dan mencekam.
Resident Evil Reboot: Fokus pada Survival Horror Murni
Keputusan Berani Zach Cregger: Survival Horror Bukan Sekadar Aksi
Film yang disutradarai oleh Zach Cregger (sutradara Barbarian dan WEAPONS) ini mengambil pendekatan yang sangat berbeda. Sang protagonis, Brian—diperankan oleh Austin Abrams—bukanlah tentara spesialis atau agen rahasia. Ia hanyalah seorang pria biasa yang menerima pekerjaan mengantar pasokan medis ke Raccoon City. Bayangkan: seorang kurir yang tak tahu apa-apa, dan berakhir di pusat wabah terbesar dalam sejarah game horor. Cregger sendiri berkata, “Survival horror itu ya Resident Evil. Bukan aksi.” Pernyataan itu menjadi manifesto yang jelas: reboot ini kembali ke akar rasa takut klasik.
Dalam trailer, penonton digiring ke atmosfer gelap rumah sakit, lorong-lorong lengang, dan suara-suara asing yang membuat bulu kuduk merinding. Menariknya, nama ancaman yang mengintai di dalam film sengaja di-blur dengan suara bip—mungkin untuk menjaga kejutan bagi penonton yang belum memainkan game aslinya. Cregger, yang mengaku telah menyelesaikan Resident Evil 4 sebanyak 100 kali, benar-benar memahami jiwa dari waralaba ini.

Kapan Tayang? Segera di Bioskop
Film Resident Evil rebot versi Zach Cregger akan tayang perdana di Jepang pada 9 Oktober 2026, sementara perilisan Amerika Serikat lebih awal, yaitu 18 September 2026. Bagi yang ingin tahu lebih detail soal trailer dan fakta di balik layar, baca selengkapnya di sini. Jangan lupa juga simak berita Japanese Infotainment lainnya untuk update terkini seputar pop culture Jepang dan adaptasi kulturnya.

Yang membuat reboot ini makin menarik adalah pernyataan Austin Abrams bahwa ia hampir “mati” selama proses syuting—sebuah indikasi bahwa Cregger tidak main-main dalam menciptakan horor yang fisik dan mental. Dengan pendekatan survival horror murni dan karakter yang sangat manusiawi, film ini punya potensi menjadi babak baru yang segar bagi waralaba yang sempat kehilangan arah.
Siap-siap merinding—ini baru awal dari teror yang sesungguhnya.