Para penggemar Arknights: Endfield pasti penasaran gimana caranya game 3D real-time strategy RPG ini bisa tampil mulus dengan grafis super detil, bahkan di perangkat mobile. Jawabannya baru saja terungkap di ajang Unite Seoul 2026! Senior Tech Director Hypergryph, Honghui Fei, membeberkan rahasia optimasi gila-gilaan yang bikin game ini terlihat “krispi dan indah” tanpa menguras performa.
Modifikasi Unity Ekstrem: Lebih dari Sekadar “Tweak”
Dalam presentasinya, Honghui Fei menjelaskan bahwa tim tidak asal pakai Unity standar. Mereka menerapkan custom ECS (Entity Component System) dengan mask 128-bit yang mampu menemukan offset komponen hanya dalam 3 siklus CPU! Selain itu, memory layout-nya menggunakan pendekatan Structure of Arrays (SoA) untuk meningkatkan efisiensi akses data CPU. Bukan cuma itu, rendering pipeline-nya ditulis ulang di C++ agar tidak ada bottleneck dari interop C# ke C++.

Lapisan Abstraksi Vulkan: Kontrol Penuh, Performa Maksimal
Salah satu inovasi paling keren adalah low-level abstraction layer yang terinspirasi dari Vulkan. Dengan ini, Hypergryph bisa mengontrol langsung graphics API, mengurangi sinkronisasi GPU dan pemakaian VRAM puncak. Hasilnya? Optimasi culling yang menurunkan jumlah draw candidate dari ~500.000 menjadi hanya ~40.000 di perangkat Snapdragon 8 Gen 1, dan dari ~600.000 ke ~60.000 di PC. Gila, kan?

Game ini berlatar di bulan Taro II, planet gas raksasa Talos, dan menawarkan sistem otomatisasi pabrik bernama Integrated Industrial System. Kombinasi teknologi mutakhir ini memungkinkan pemain menikmati pertempuran real-time strategis sekaligus membangun fasilitas produksi tanpa lag. Buat yang penasaran lebih dalam, bisa baca selengkapnya di sini atau cek berita Japanese Gaming lainnya di portal kami.
Udah siap menjajal grafis krispi Arknights: Endfield? Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman sesama penggemar Arknights, ya!